Tolak Deal Hamas-AS, Israel Bombardir Gaza Lagi Meski Sedang Gencatan

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel kembali menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada pekan lalu meski masih dalam masa gencatan senjata. Gempuran Israel dalam beberapa waktu terakhir ini juga berlangsung menyusul kesepakatan baru Hamas dan Amerika Serikat soal pelucutan senjata.

Serangan brutal terbaru Israel ini menemwaskan 19 warga Gaza pada Sabtu (1/8). Angka ini terus bertambah hingga 26 jiwa pada akhir pekan, demikian dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber di rumah sakit, serangan Israel yang menyasar tempat tinggal penduduk hingga kamp pengungsian. Salah satu operasi pauskan Zionis bahkan menghantam gudang obat-obatan yang terhubung dengan Rumah Sakit Martir Al Aqsa di Deir Al Balah.

Serangan Israel memicu kecaman dari komunitas internasional terutama mediator seperti Qatar, Turki, dan Mesir. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, mereka mengutuk keras tindakan pasukan Zionis.

"Qatar, Republik Arab Mesir, dan Republik Turki, dalam kapasitasnya sebagai negara yang memediasi konflik, menyampaikan kecaman keras dan penolakan terhadap pelanggaran Israel yang terus berlanjut di Gaza," demikian pernyataan tersebut yang diunggah Kementerian Luar Negeri Qatar, Senin (3/8).

[Gambas:Twitter]

Mereka juga menyebut tindakan Israel yang menyerang infrastruktur sipil dan menyebabkan perempuan hingga anak-anak tewas merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Ketiga negara itu lantas meminta Israel mematuhi semua kewajiban berdasarkan hukum internasional dan gencatan senjata yang sudah disepakati.

"Berlanjutnya pelanggaran ini merupakan pelanggaran perjanjian dan melemahkan upaya yang bertujuan menerapkan fase kedua, khususnya setelah Hamas dan faksi-faksi di Palestina mengumumkan penerimaan mereka terhadap peta jalan itu," lanjut mereka.

Serangan brutal Israel terjadi di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati pada Oktober tahun lalu. Perjanjian ini berisi penghentian pertempuran, penarikan pasukan Israel, hingga pelucutan senjata Hamas.

Operasi Israel itu juga berlangsung usai Dewan Perdamaian (BoP) merilis pernyataan Hamas dan faksi di Palestina sepakat pelucutan senjata, sebagai bagian fase kedua dari gencatan senjata.

Namun, Hamas menegaskan tak akan mematuhi perjanjian tersebut jika Israel tak henti menyerang Gaza.

Sementara itu, Israel menyampaikan "keprihatinan keamanan yang serius" kepada AS terkait usulan kesepakatan pelucutan senjata Hamas di Jalur Gaza.

Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan kepada AP pada Minggu (2/7) bahwa pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas benar-benar menyerahkan seluruh persenjataannya.

"Penilaian kami adalah bahwa jika kami melakukan penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti, mereka akan dengan cepat kembali memperluas kehadirannya di seluruh Gaza ... dan berupaya melancarkan serangan lain seperti 7 Oktober," ujarnya.

"Pelucutan senjata berarti menyerahkan senjata secara fisik. Tidak ada definisi lain selain itu," tambah Spielman seperti dikutip Al Jazeera.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |