Tragedi 5 Penyelam Tewas di Gua Laut Maladewa, Jasad Belum Dievakuasi

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 15:45 WIB

Jasad 5 penyelam asal Italia masih berada di bawah laut Maladewa karena evakuasi yang sulit, bahkan hingga memakan korban jiwa seorang tentara. Ilustrasi sejumlah penyelam ketika berada di bawah laut. (Istockphoto/Popartic)

Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia penyelaman internasional berduka setelah lima penyelam asal Italia, termasuk di antaranya profesor ekologi laut, peneliti, dan instruktur berpengalaman, dinyatakan tewas saat mengeksplorasi sistem gua bawah laut yang terkenal berbahaya di Maladewa.

Pihak keluarga kini mendesak penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti tragedi yang disebut sebagai kecelakaan penyelaman tunggal terburuk dalam sejarah Maladewa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden maut ini terjadi di situs menyelam populer dekat Alimathaa, Vaavu Atoll, sebuah rangkaian pulau di wilayah tengah Maladewa. Korban tewas diidentifikasi sebagai:

1. Monica Montefalcone (52): Profesor Madya Ekologi di Universitas Genoa.
2. Giorgia Sommacal (20): Putri dari Monica.
3. Federico Gualtieri: Ahli Biologi Laut.
4. Muriel Oddenino: Peneliti Laut.
5. Gianluca Benedetti: Instruktur Penyelaman.

Jasad Gianluca Benedetti ditemukan di dekat pintu masuk gua sesaat setelah kelompok tersebut dilaporkan hilang pada Kamis (14/5) siang lalu di tengah kondisi cuaca buruk.

Sementara itu, empat jenazah lainnya diyakini masih terjebak jauh di dalam sistem gua bawah laut pada kedalaman 50 meter atau 164 kaki.

Mengingat seluruh korban merupakan penyelam ahli, para pakar menduga ada faktor teknis ekstrem yang terjadi secara bersamaan di bawah air.

Dr. Claudio Micheletto, Direktur Pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Verona, menilai kematian massal dalam satu momen mengindikasikan adanya masalah pada isi tabung.

"Ini bukan masalah kedalaman, melainkan apa yang mereka hirup. Kemungkinan ada kesalahan pada campuran gas di dalam tabung, hal yang tidak bisa disadari langsung oleh penyelam saat di dalam air," jelasnya kepada Adnkronos, seperti dilansir Fox News.

Sementara Alfonso Bolognini, Presiden Komunitas Medis Hiperbarik Italia, menambahkan bahwa campuran gas yang tidak memadai bisa memicu krisis hiperoksia (keracunan oksigen).

Bolognini juga menekankan bahwa di kedalaman 50 meter di dalam gua sempit, serangan panik pada satu penyelam saja bisa memicu efek domino yang berujung pada kesalahan fatal bagi seluruh kelompok.

Satu Tentara Gugur Saat Proses Penyelamatan 5 Jenazah Penyelam

Sistem gua bawah laut Vaavu Atoll dikenal sangat ekstrem. Juru bicara kepresidenan Maladewa, Mohamed Hussain Shareef, menyatakan, "Gua ini sangat dalam dan berbahaya, bahkan penyelam dengan peralatan terbaik di dunia pun biasanya memilih untuk tidak mendekatinya."

Keganasan medan terbukti saat operasi evakuasi terpaksa dihentikan pada Sabtu (16/5) setelah seorang penyelam militer Maladewa, Mohamed Mahdi, gugur dalam tugas.

Anggota Maldivian National Defense Force tersebut meninggal dunia akibat penyakit dekompresi (decompression sickness) yang parah saat mencoba menembus gua.

Kementerian Luar Negeri Italia menjelaskan bahwa kompleks gua tersebut terdiri dari tiga ruang besar yang dihubungkan oleh celah-celah yang sangat sempit.

Tim penyelamat baru berhasil menyisir dua ruangan sebelum akhirnya menghentikan misi karena risiko dekompresi yang terlalu tinggi bagi para penyelam lokal.

Otoritas Maladewa kini tengah menunggu kedatangan tiga spesialis penyelam gua asal Finlandia untuk merancang ulang strategi evakuasi empat jenazah yang masih terperangkap di kegelapan bawah laut.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |