Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin hingga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergabung menjadi bagian Dewan Perdamaian untuk Gaza, pada Senin (19/1).
Dewan Perdamaian merupakan komite yang akan mengawasi tata kelola wilayah dan rekonstruksi Gaza pasca genosida Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Putin juga menerima undangan melalui jalur diplomatik untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian ini," ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip CNN.
Ia juga menyebut pihaknya kini tengah mempelajari undangan tersebut dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah AS terkait peran dan mandat dewan tersebut.
Selain Rusia, Belarus juga dilaporkan menerima undangan serupa. Kementerian Luar Negeri Belarus menyatakan bahwa Presiden Alexander Lukashenko diundang untuk menjadi bagian dari dewan tersebut.
"(Minsk) sangat menghargai pihak AS melihat Belarus, dan ini dinyatakan dengan jelas dalam teks undangan, sebagai negara yang siap untuk memikul tanggung jawab mulia untuk membangun perdamaian dan memberi contoh dengan berinvestasi dalam masa depan yang aman dan sejahtera bagi generasi mendatang," ujar kementerian tersebut.
Pembentukan Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump ini menjadi elemen penting dalam rencana AS yang mendapat dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melucuti senjata dan membangun kembali Gaza.
Namun, rencana ini menuai kritik. Menlu Irlandia Helen McEntee memperingatkan badan tersebut berpotensi memiliki mandat yang melampaui pelaksanaan Rencana Perdamaian Gaza.
"PBB memiliki mandat unik untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta legitimasi untuk menyatukan negara-negara guna menemukan solusi bersama untuk tantangan bersama. Meskipun mungkin tidak sempurna, PBB dan supremasi hukum internasional kini lebih penting daripada sebelumnya," ujar McEntee.
Dewan Perdamaian yang digambarkan oleh Trump sebagai "Dewan Terhebat dan Paling Bergengsi yang pernah dibentuk," akan mencakup eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair, PM Kanada Mark Carney, dan Menlu AS Marco Rubio.
Menurut seorang pejabat senior Israel kepada CNN mengatakan Trump juga mengundang PM Israel Benjamin Netanyahu atau perwakilan Israel.
Juru bicara Kemlu Prancis Pascal Confavreux mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menerima undangan tersebut. Tetapi Prancis telah memutuskan untuk tidak bergabung.
Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Argentina Javier Milei, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan PM Hongaria Viktor Orbán juga menerima undangan untuk bergabung.
Duta Besar AS untuk India, Sergio Gor, mengatakan PM India Narendra Modi juga diundang untuk bergabung.
Trump meminta negara-negara yang berminat menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian harus membayar minimal US$1 miliar (sekitar Rp17 triliun).
Dana tersebut akan digunakan untuk melaksanakan mandat Dewan Perdamaian untuk membangun kembali Gaza pasca genosida Israel.
"Setiap negara anggota akan menjabat selama tidak lebih dari tiga tahun sejak berlakunya Piagam ini, dan dapat diperpanjang oleh ketua. Masa keanggotaan tiga tahun tidak berlaku untuk negara anggota yang menyumbang lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp17 triliun) dalam bentuk dana tunai kepada Dewan Perdamaian pada tahun pertama berlakunya Piagam," demikian bunyi draft tersebut.
(rnp/bac)

















































