Trump Klaim Putin Mau Gabung Dewan Perdamaian Gaza

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui bergabung Dewan Perdamaian atau Board of Peace terkait Jalur Gaza Palestina, pada Rabu (21/1).

Namun, Kremlin menyatakan hingga kini masih mempelajari undangan tersebut dan belum memberikan keputusan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia (Putin) diundang, ia terima. Banyak orang telah menerimanya," kata Trump kepada wartawan di Davos, Swiss, seperti dikutip AFP.

Pernyataan Trump tersebut menyinggung sejumlah pemimpin dunia yang sampai saat ini belum merespons undangan Trump untuk bergabung dalam dewan tersebut.

Selain itu ia juga menjawab kritik soal keterlibatan tokoh-tokoh non-demokratis. Trump mengakui sebagian anggota bersifat "kontroversial".

"Jika hanya mengisi dewan dengan bayi, jumlahnya tidak akan banyak," ujar Trump.

Di Moskow, Putin mengatakan dalam rapat kabinet bahwa ia telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mempelajari proposal tersebut.

"Kemlu Rusia ditugaskan untuk mempelajari dokumen yang dikirimkan kepada kami dan berkonsultasi mengenai topik ini dengan mitra strategis kami," ujar Putin dalam rapat pemerintah yang disiarkan televisi.

"Setelah itu barulah kami dapat memberikan jawaban atas undangan tersebut," tambah dia.

Putin mengatakan Rusia bisa membayar US$1 miliar (sekitar Rp17 triliun) untuk keanggotaan permanen, menggunakan aset Rusia yang dibekukan oleh pemerintahan AS sebelumnya.

Ia menambahkan dana itu juga bisa digunakan untuk membangun kembali wilayah terdampak konflik setelah tercapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Undangan serupa dikirimkan kepada puluhan pemimpin dunia dengan permintaan kontribusi sebesar Rp17 triliun sebagai syarat memperoleh kursi permanen dalam dewan itu.

Meski awalnya bertujuan mengawasi pembangunan kembali Gaza, piagam dewan itu tampak tidak membatasi peran hanya pada wilayah tersebut.

Dewan ini bahkan dianggap berusaha menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga menimbulkan keberatan dari beberapa sekutu Amerika Serikat, termasuk Prancis.

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |