Jakarta, CNN Indonesia --
Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari keempat, pencarian kini mencakup empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total area sekitar 3.243 nautical mile (NM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan area dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta perkembangan kondisi di lapangan.
"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
Pencarian diperkuat sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sarana pendukung. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta TB Gunung Santri.
Tim juga menggunakan dua unit drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh. Selain itu, sejumlah sarana darat dan pendukung lain dikerahkan dalam operasi pencarian.
Kondisi cuaca di sekitar wilayah operasi pada hari keempat diperkirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-20 knot, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan 0,5-2,5 meter.
Al Amrad mengatakan kondisi cuaca dan gelombang menjadi salah satu pertimbangan dalam pergerakan tim SAR. Pemantauan dilakukan secara berkala selama operasi berlangsung.
"Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan," katanya.
Operasi hari keempat melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Perluasan wilayah pencarian dan penambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat menemukan keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian. Tim SAR akan terus mengevaluasi perkembangan operasi untuk menentukan langkah berikutnya.
"Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang. Operasi masih terus berlangsung dan setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya," ujar Al Amrad.
Rombongan yang terdiri dari delapan orang tersebut hilang kontak pada Senin (7/9). Mereka terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, menggunakan speedboat sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sekitar pukul 14.42 WIB, mereka sempat mengirimkan lokasi terkini kepada seorang rekan jurnalis di Lampung.
Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut yakni Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) sebagai pemandu, serta lima jurnalis yaitu M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Di tengah pencarian yang memasuki hari keempat, organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) juga dijadwalkan menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
Doa bersama akan digelar setelah waktu magrib pada Jumat (11/9) di salah satu titik kawasan Bundaran HI yang selama ini menjadi tempat berkumpul wartawan foto di Jakarta.
(del/bac)


















































