UpScrolled, Aplikasi Pengganti TikTok Tembus 2,5 Juta Pengguna

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi buatan Issam Hijazi asal Palestina, UpScrolled, semakin laku. Aplikasi ini mencatat lonjakan signifikan dengan jumlah pengguna menembus 2,5 juta.

Dalam Web Summit Qatar, Hijazi mengungkapkan capaian tersebut terjadi setelah layanan ini menarik perhatian luas menyusul perubahan kepemilikan TikTok di Amerika Serikat pada Januari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami diluncurkan sekitar enam bulan yang lalu, dan kami tumbuh hingga sekitar 150.000 pengguna hingga awal Januari. Dan dalam beberapa hari terakhir, kami mencapai lebih dari satu juta pengguna secara global. Sekarang, mulai hari ini, kami telah melampaui dua setengah juta pengguna secara global," ujar Hijazi, mengutip TechCruch, Senin (2/2).

UpScrolled adalah gabungan antara Instagram dan X yang mengklaim inklusif terhadap semua suara. Menurut perusahaan, platform ini memungkinkan semua jenis konten dan tidak melakukan shadowban atau sensor terhadap pengguna.

Selama pidatonya, Hijazi mengkritik perusahaan teknologi besar atas praktik-praktik tidak etis mereka, seperti menjual data pengguna untuk keuntungan. Ia juga menuduh platform media sosial menekan konten pro-Palestina dan melakukan sensor secara selektif terhadap pengguna.

"Mereka tidak peduli menjual data Anda kepada pihak lain asalkan itu menguntungkan bagi mereka. Dan mereka tidak peduli dengan kesehatan mental Anda, artinya mereka akan merancang sesuatu hanya untuk membuat Anda kecanduan menggunakan platform tersebut selama itu menguntungkan bagi mereka," katanya.

Pengguna di platform lain telah mengeluhkan bahwa UpScrolled menampilkan banyak konten pornografi dan ketelanjangan. Hijazi mencatat bahwa, meskipun perusahaan tidak akan menggunakan algoritma amplifikasi untuk mempromosikan atau menekan konten tertentu, mereka akan menerapkan pedoman komunitas untuk mematuhi undang-undang regional.

Ia menambahkan bahwa perusahaan sedang membentuk tim ahli untuk menyempurnakan pedoman komunitasnya, dan juga mempertimbangkan masukan dari pengguna.

Meskipun perusahaan belum mengumumkan pendanaan secara publik, Hijazi mengatakan bahwa jejaring sosial tersebut telah menarik minat investor.

Popularitas UpScrolled melonjak di saat TikTok mulai ditinggalkan penggunanya. Para pengguna mulai meninggalkan TikTok setelah platform media sosial tersebut beralih ke struktur kepemilikan baru di Amerika Serikat.

TikTok sebelumnya resmi dibeli ke AS, setelah konsorsium investor, termasuk Silver Lake dan Oracle, mengambil saham mayoritas di perusahaan tersebut. ByteDance, perusahaan asal China selaku pemilik mempertahankan 20 persen saham.

Selain UpScrolled, Skylight, yang berbasis pada AT Protocol, juga mendapat perhatian, dengan jumlah pengguna melebihi 380.000 dalam beberapa hari setelah kesepakatan TikTok final.

Meskipun jejaring sosial ini mungkin mendapat dorongan jangka pendek setelah perubahan organisasi di TikTok, mereka perlu mengembangkan fitur dan membangun komunitas untuk mempertahankan pengguna.

Mereka juga perlu menetapkan kebijakan moderasi dan membuat keputusan konten yang mungkin tidak populer di kalangan pengguna, seperti yang telah ditemukan Bluesky dalam beberapa tahun terakhir.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |