Jakarta, CNN Indonesia --
Tidak berfungsinya video assistant referee (VAR) dalam pertandingan Persija Jakarta versus PSM Makassar jadi noktah merah kompetisi.
Pelatih PSM Thomas Trucha menyayangkan VAR tidak bisa digunakan dalam pertandingan pekan ke-22 Super League di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat (20/2) malam.
Menurut Trucha, jika VAR berfungsi, Juku Eja setidaknya bisa membawa pulang satu poin dari Jakarta. Dalam pertandingan ini PSM kalah 1-2 dari tuan rumah Persija.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami diinformasikan saat pemanasan bahwa VAR tidak aktif dan sedang diperbaiki. Kami menunggu hingga pertandingan berjalan, bahkan sampai jeda babak pertama," kata Trucha.
"Jika VAR sudah digunakan di dalam kompetisi, seharusnya semua pertandingan [di dalam liga tersebut] setiap pekan menggunakan VAR. Ini penting untuk fair play," ujarnya.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, juga menilai tidak berfungsinya VAR cukup mengganggu. Kejadian semacam ini diharapkan tidak terjadi lagi karena akan merusak citra kompetisi.
"Saya pikir sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR bisa membantu mengklarifikasi," kata Souza dalam jumpa pers setelah pertandingan di JIS.
Souza mengakui timnya diberi informasi bahwa VAR tidak digunakan karena ada kendala. Namun, hal seperti ini sepantasnya tidak terjadi dalam laga besar di Jakarta, ibu kota Indonesia.
Perihal tidak berfungsinya VAR dalam pertandingan Persija versus PSM, CNN Indnoesia telah meminta tanggapan I.League, operator kompetisi, tetapi belum ada jawaban.
(abs)

















































