Jakarta, CNN Indonesia --
Insiden tendangan brutal terjadi dalam pertandingan Liga 4 Jawa Tengah (Jateng) antara Persikaba Blora dengan tuan rumah PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/2). Dalam insiden itu, dada pemain Persikaba ditendang oleh kiper PSIR.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @persikabaofficial, awalnya para pemain Persikaba melakukan tendangan bebas. Begitu tendangan dilepaskan, pemain Persikaba yang bernama Rizal Dimas Agesta berusaha menyambut bola.
Namun, di depannya, kiper PSIR Raihan Alfariq juga berusaha menangkap bola. Saat berusaha menangkap bola, kaki Raihan terlalu tinggi dan langsung mengenai dada Rizal hingga tergeletak di kotak penalti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imfron, mengatakan gelandang serang bernomor punggung 7 tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Langkah dari klub melaporkan ke Komdis PSSI, untuk dilakukan sanksi seumur hidup," ucapnya seperti dilansir dari Detik Jateng.
Imfron mengatakan Rizal langsung dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis. Ia mengungkap terdapat bekas tendangan di dada Rizal.
"Ada videonya, dilihat saja videonya, sampai membekas di dadanya," ujar dia.
Untuk diketahui, pertandingan Liga 4 Jateng ini berlangsung di Stadion Krida Rembang. Persikaba Blora berhasil menahan imbang atas tuan rumah PSIR Rembang dengan skor 0-0.
Salah seorang suporter Persikaba Blora, Sodikin, yang menyaksikan di lapangan menyebut insiden itu berawal dari tendangan bebas.
"Berawal dari tandangan bebas, diumpan oleh pemain Persikaba, kiper PSIR melakukan tendangan ke dada pemain Persikaba," jelasnya.
Dia melihat Rizal langsung dibawa keluar lapangan dengan menggunakan mobil ambulans.
"Pemain Persikaba, Rizal, itu langsung dibawa ambulans, dilarikan ke rumah sakit. Informasinya ini masih proses rontgen, hasilnya belum tahu," jelasnya.
Suporter lain, Tyo, mengatakan Rizal merupakan pemain pengganti di babak pertama. Insiden tendangan kungfu itu terjadi di pertengahan babak pertama.
"Insiden tadi di babak pertama. Orangnya masuk di menit pertengahan babak pertama, baru main sebentar langsung dihantam tendangan. Terus cedera," jelas Tyo.
Tyo menambahkan, wasit tidak melihat insiden tersebut sebagai pelanggaran sehingga permainan dilanjutkan.
"Yang jadi sorotan, kiper melakukan tindakan tendangan yang sangat keras, dilayangkan pemain Persikaba, namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran," ucap dia.
(jal)

















































