Wamenkeu Akui Pertumbuhan Ekonomi Akhir 2025 di Bawah Potensi RI

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai perekonomian Indonesia yang tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV-2025 belum maksimal karena masih berada di bawah potensi ekonomi nasional.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan pertumbuhan 5,39 persen memang belum sepenuhnya memuaskan karena belum menyentuh kapasitas maksimal perekonomian nasional. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan masih adanya ruang untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.

"Pertumbuhan 5,39 (persen) di kuartal IV itu masih di bawah potensinya. Jadi artinya kalau di bawah potensinya, masih bisa didorong," ujar Juda dalam CNBC Indonesia Outlook, Selasa (10/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, ia menilai capaian tersebut patut disyukuri karena menjadi pertumbuhan tertinggi sejak 2022, yakni saat Indonesia mengalami rebound pascapandemi Covid-19. Setelah periode tersebut, laju pertumbuhan ekonomi cenderung bertahan di kisaran 5 persen.

"Pertumbuhan 5,39 persen itu adalah yang tertinggi sejak 2022 ketika terjadi rebound dari Covid-19. Jadi ini sebuah achievement yang patut kita syukuri," katanya.

Juda juga menyoroti posisi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional melampaui China dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok negara G20.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain, China misalnya, pertumbuhannya sekitar 4,5 persen. Kita di 5,39 persen, salah satu yang paling tinggi di G20," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penguatan ekonomi sejalan dengan meningkatnya indeks keyakinan konsumen. Hal ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian dan prospeknya ke depan.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan survei ketenagakerjaan terakhir, terjadi penambahan sekitar 1,37 juta tenaga kerja dalam satu kuartal, yang dinilai mencerminkan perbaikan kesejahteraan.

"Ini artinya pertumbuhan ekonomi mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di triwulan keempat, dan momentum ini harus kita dorong agar berlanjut di kuartal pertama tahun ini," pungkas Juda.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)

Read Entire Article
| | | |