Yakob Sayuri Bersuara Jadi Korban Rasial di Arema vs Malut United

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain Malut United, Yakob Sayuri mengungkapkan bahwa dirinya jadi korban rasialisme saat melawan Arema FC di pentas Super League 2025/2026.

Malut United meladeni Arema di Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4). Yakob Sayuri dan kawan-kawan membawa pulang poin setelah bermain imbang 1-1 atas tuan rumah.

Seusai laga, melalui unggahan Instagram miliknya, penggawa Timnas Indonesia itu mencurahkan isi hati. Yakob mengaku jadi jadi korban rasialisme penonton yang hadir langsung di Stadion Kanjuruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukan lewat media tetapi langsung di stadion," tulis Yakob dalam unggahannya di stories Instagram.

Yakob menegaskan rasa bangganya jadi orang Timur. Mantan pemain PSM Makassar itu pun berharap ke depan tidak ada lagi aksi rasial yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

[Gambas:Instagram]

"Hitam kulit, keriting rambut, Sa tetap bangga jadi orang timur. Semoga tidak ada lagi ke depannya serangan rasisme di sepak bola Indonesia. Sekali lagi di sepak bola Indonesia," ucapnya.

Yakob bukan pertama kali jadi sasaran rasial. Pemain berusia 28 tahun itu pernah menjadi korban rasisme yang dilakukan melalui media sosial. Hal ini jelas harus menjadi perhatian I-League selaku operator kompetisi dan juga federasi dalam hal ini PSSI.

Harapannya aksi rasial ini tidak lagi terulang buat pemain manapun. Dengan begitu, iklim sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik dan sehat untuk ke depannya bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

[Gambas:Video CNN]

(jal/nva)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |