CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 14:15 WIB
Ilustrasi. Cuaca panas ditambah dengan ibadah yang padat membuat jemaah perlu memperhatikan kondisi tubuhnya. Berikut tips menghadapi cuaca panas bagi jemaah haji. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca panas menjadi salah satu tantangan yang dihadapi jemaah selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Cuaca panas ditambah dengan aktivitas ibadah yang padat membuat jemaah perlu memperhatikan kesehatan dan kondisi tubuhnya. Berikut tips menghadapi cuaca panas bagi jemaah haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca di Makkah per hari ini, Selasa (12/5), dilaporkan panas, dengan suhu yang mencapai 42 derajat Celsius. Suhu tersebut tergolong ekstrem bagi jemaah asal Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau jemaah untuk agar tidak mengabaikan sinyal tubuh ketika mulai terasa lemas, pusing, atau kelelahan.
"Menjaga kesehatan juga tidak kalah penting agar jemaah tetap kuat menjalani setiap rangkaian ibadah haji... Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi fisik dapat menjadi ikhtiar sederhana agar ibadah tetap berjalan dengan baik," dikutip dari Instagram resmi Kemenhaj RI, Selasa (12/5).
Maka dari itu, jemaah haji, khususnya yang lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta, sebaiknya dapat memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri di tengah cuaca panas.
Tips hadapi cuaca panas bagi jemaah haji
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan jemaah untuk menghadapi cuaca panas selama ibadah haji di Tanah Suci?
1. Minum air secara rutin
Jemaah haji perlu rutin minum air putih selama menjalankan aktivitas ibadah, terutama saat di luar ruangan.
Asupan cairan yang cukup sangat diperlukan untuk mencegah dehidrasi. Apabila sampai dehidrasi, tubuh bisa lemas, pusing, hingga meningkatkan risiko heatstroke akibat suhu yang panas di Tanah Suci.
Jemaah dapat membawa minum dalam jumlah cukup dan minum secara berkala meski belum terasa haus supaya badan tetap fit dan terhidrasi.
2. Gunakan payung atau pelindung berwarna terang
Jemaah juga dianjurkan menggunakan payung, masker, serta pelindung kepala berwarna terang ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sebab, warna terang dapat mengurangi paparan panas secara langsung ke tubuh ketimbang warna gelap.
Selain payung dan pelindung kepala, jemaah juga dapat membawa kipas atau semprotan air untuk mendinginkan wajah atau tubuh dan mengurangi sensasi panas.
3.. Istirahat di tempat teduh secara berkala
Jemaah haji disarankan untuk beristirahat secara berkala di tempat-tempat teduh. Istirahat dapat membantu menurunkan suhu tubuh dan memulihkan energi agar tidak mudah kelelahan.
Namun, jika muncul tanda-tanda kelelahan, dehidrasi, atau disorientasi, jemaah dianjurkan segera pindah ke tempat teduh dan mencari bantuan ke petugas kesehatan.
Daftar alat pelindung diri jemaah haji
Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI juga menganjurkan jemaah haji untuk memakai alat pelindung diri (APD) demi kenyamanan selama ibadah di Tanah Suci. Mulai dari kacamata, masker hingga alas kaki yang tepat.
Berikut alat pelindung diri (APD) yang perlu dibawa jemaah haji.
- Kacamata hitam: Kacamata hitam ini untuk melindungi mata dari sinar UV dan debu
- Payung: Pilih payung lipat sehingga mudah dibawa
- Masker: Gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut, ganti 4-6 jam sekali
- Tas paspor: Berisi paspor, makanan ringan, dan obat-obatan
- Semprotan air: Pastikan tempat air minum dan semprotan air selalu terisi air
- Tas kresek atau totebag: Untuk menyimpan sandal, tabir surya, dan pelembap
- Alas kaki: Gunakan ukuran yang pas dengan tali belakang
Demikian tips menghadapi cuaca panas bagi jemaah haji.
(fef)
Add
as a preferred source on Google



















































