Rupiah Bobol ke Rp17.500, Purbaya Bakal Masuk Pasar Surat Utang Besok!

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pemerintah akan mulai membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah mata uang Garuda menembus level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5).

Purbaya mengatakan dukungan pemerintah akan mulai dilakukan besok melalui intervensi di pasar obligasi atau bond market.

"Kita akan mulai membantu besok," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan intervensi dilakukan melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF) untuk menjaga stabilitas pasar surat berharga negara (SBN) dan menahan tekanan terhadap rupiah.

"Mungkin dengan masuk ke bond market, itu yang BSF, tapi belum fund semuanya. Kita aktifin di instrumen yang kita punya di sini dulu, besok mulai jalan," katanya.

Menurut Purbaya, langkah tersebut diharapkan bisa menahan kenaikan yield obligasi pemerintah agar investor asing tidak keluar dari pasar domestik.

[Gambas:Youtube]

Sebab, kenaikan yield yang terlalu tinggi dapat memicu capital loss bagi investor asing pemegang obligasi domestik dan berujung pada arus keluar modal.

"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing enggak keluar, atau malah masuk kalau yield-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat," ujarnya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tetap menyerahkan pengelolaan stabilitas nilai tukar kepada BI sebagai otoritas moneter.

"Tugas bank sentral hanya satu kan, menjaga stabilitas nilai tukar, dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di Bank Sentral," katanya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi yang menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah. Berdasarkan data Bloomberg pukul 12.21 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.511 per dolar AS atau melemah 97 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |