7 Kekurangan Penerbangan Murah yang Sering Bikin Menyesal

6 hours ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 24 Jun 2026 20:15 WIB

Beberapa kekurangan memilih tiket penerbangan yang murah. Ilustrasi. Simak beberapa kekurangan memilih tiket penerbangan yang murah. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Penerbangan murah kerap menjadi pilihan banyak orang saat merencanakan liburan atau mudik. Dengan selisih harga yang bisa cukup besar dibandingkan maskapai reguler, tak heran jika banyak calon penumpang langsung tergiur saat menemukan tiket dengan tarif paling rendah.

Namun, harga murah tidak selalu berarti lebih hemat. Ada sejumlah kekurangan penerbangan murah yang sering kali baru disadari setelah tiket dibeli.

Mulai dari biaya tambahan hingga berbagai keterbatasan layanan, semuanya bisa membuat perjalanan menjadi kurang nyaman dan bahkan lebih mahal dari perkiraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum buru-buru menekan tombol checkout, simak sejumlah kekurangan penerbangan murah berikut ini:

1. Biaya bagasi bisa membuat tiket jauh lebih mahal

Salah satu kekurangan penerbangan murah yang paling sering dikeluhkan adalah harga tiket yang belum termasuk bagasi tercatat. Bagi penumpang yang membawa koper untuk perjalanan beberapa hari, biaya bagasi menjadi pengeluaran tambahan yang tidak bisa dihindari.

Dalam beberapa kasus, biaya ini bisa mencapai ratusan ribu rupiah, sehingga total pengeluaran mendekati atau bahkan menyamai harga tiket maskapai reguler.

2. Pemilihan kursi biasanya berbayar

Banyak maskapai berbiaya rendah menerapkan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin memilih kursi sendiri. Jika ingin duduk bersebelahan dengan pasangan, keluarga, atau teman, penumpang biasanya harus membayar biaya tertentu.

Melansir Travel Yahoo, tanpa biaya tambahan tersebut, sistem akan menempatkan kursi secara otomatis dan tidak menutup kemungkinan anggota rombongan duduk terpisah selama penerbangan.

3. Aturan bagasi kabin lebih ketat

Tidak semua maskapai memiliki ketentuan bagasi kabin yang sama. Maskapai berbiaya rendah umumnya menerapkan batas ukuran dan berat yang lebih ketat.

Jika tas atau koper kabin melebihi batas yang ditentukan, penumpang bisa dikenakan biaya tambahan saat check-in atau bahkan ketika akan naik ke pesawat. Biaya tersebut biasanya lebih mahal dibandingkan jika dibayarkan sejak awal.

4. Sulit mengubah jadwal atau membatalkan tiket

Tiket murah umumnya disertai syarat dan ketentuan yang lebih ketat dibandingkan tiket reguler. Banyak tiket promo yang tidak dapat dibatalkan, tidak bisa dikembalikan dananya (refund), atau dikenakan biaya perubahan jadwal yang cukup tinggi.

Akibatnya, ketika rencana perjalanan berubah mendadak, penumpang berisiko kehilangan seluruh nilai tiket yang sudah dibeli.

5. Risiko transit yang kurang nyaman

Melansir The Times, demi mendapatkan harga termurah, sebagian penumpang memilih penerbangan dengan waktu transit yang panjang atau membeli tiket terpisah untuk setiap rute. Strategi ini memang dapat menghemat biaya, tetapi juga memiliki risiko.

Jika penerbangan pertama mengalami keterlambatan dan penumpang tertinggal penerbangan berikutnya, maskapai biasanya tidak bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Penumpang harus mengatur ulang perjalanan dan membeli tiket pengganti dengan biaya sendiri.

6. Jadwal penerbangan sering kurang ideal

Tiket dengan harga paling murah umumnya tersedia pada jam-jam yang kurang nyaman, seperti dini hari atau larut malam. Kondisi ini dapat menjadi tantangan, terutama bagi penumpang yang harus menempuh perjalanan jauh menuju bandara.

Selain itu, pilihan transportasi umum pada jam tersebut biasanya lebih terbatas sehingga berpotensi menambah biaya perjalanan.

7. Fasilitas selama penerbangan lebih terbatas

Maskapai berbiaya rendah umumnya menerapkan konsep pay as you need atau membayar sesuai kebutuhan. Artinya, berbagai fasilitas seperti makanan, minuman, hiburan dalam penerbangan, hingga kursi dengan ruang kaki lebih lega biasanya tidak termasuk dalam harga tiket.

Untuk penerbangan singkat hal ini mungkin tidak terlalu terasa, tetapi pada perjalanan berdurasi beberapa jam, keterbatasan fasilitas bisa memengaruhi kenyamanan penumpang.

Meski demikian, bukan berarti penerbangan murah harus dihindari. Jika memahami aturan dan memperhitungkan seluruh biaya tambahan sejak awal, tiket berharga rendah tetap bisa menjadi pilihan yang ekonomis. Yang terpenting, jangan hanya terpaku pada angka yang tertera di layar, tetapi perhatikan juga layanan dan ketentuan yang menyertainya.

(sac/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |