Ada 7 Ledakan di Ibu Kota Venezuela, Termasuk di Pangkalan Militer

11 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 03 Jan 2026 15:10 WIB

Insiden serangkaian ledakan di Caracas terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang meruncing antara pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan AS. Ilustrasi ledakan. (iStockphoto/wragg)

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangkaian ledakan hebat dilaporkan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang kian meruncing antara pemerintahan Presiden Nicolas Maduro dengan Amerika Serikat (AS).

Al Jazeera melaporkan bahwa bola api dan kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari sebuah bangunan di dekat badan air di Caracas. Video amatir yang beredar menunjukkan suasana mencekam saat ledakan terjadi di wilayah selatan kota.

Laporan Al Jazeera menyebutkan ledakan terjadi di sekitar Fortuna, yang merupakan pangkalan militer utama dan paling strategis di Caracas. Pasca-ledakan, wilayah di sekitar pangkalan tersebut dilaporkan mengalami pemadaman listrik total.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan tersebut masih menjadi misteri. Muncul berbagai spekulasi mengenai dalang di balik insiden di pangkalan militer kunci tersebut seperti keterlibatan AS dan sabotase internal.

Menurut laporan Al Jazeera, terdapat dugaan kuat bahwa Amerika Serikat memiliki andil dalam insiden ini, mengingat tekanan militer Washington yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, analis juga melihat adanya kemungkinan aksi sabotase dari elemen internal militer Venezuela yang berupaya menggulingkan kekuasaan Presiden Nicolas Maduro.

Kantor berita The Associated Press melaporkan sedikitnya terdengar tujuh ledakan beruntun disertai suara pesawat yang terbang rendah di atas langit ibu kota.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Maduro menyatakan keterbukaannya untuk merundingkan kesepakatan dengan AS terkait pemberantasan perdagangan narkoba. Meski demikian, Maduro tetap bungkam saat ditanya mengenai laporan serangan yang dipimpin CIA di negaranya pekan lalu.

"Ini adalah sesuatu yang mungkin bisa kita bicarakan dalam beberapa hari ke depan," ujar Maduro dalam sebuah wawancara yang direkam pada malam Tahun Baru, menanggapi pertanyaan mengenai serangan AS di tanah Venezuela.

Maduro terus menuduh pemerintahan AS di bawah Donald Trump berupaya memaksakan kehendak melalui ancaman dan kekuatan militer demi menguasai cadangan minyak besar milik Venezuela.

Ketegangan di darat ini juga beriringan dengan operasi militer AS di laut. Pada malam Tahun Baru, militer AS dilaporkan menyerang lima kapal yang diduga melakukan penyelundupan narkoba, menewaskan sedikitnya lima orang.

Sejauh ini, total serangan kapal yang diketahui di Karibia dan Pasifik Timur telah mencapai 35 kasus dengan jumlah korban tewas sedikitnya 115 orang. Warga negara Venezuela dan Kolombia dilaporkan berada di antara daftar korban tewas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak oposisi maupun pemerintah pusat belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat ledakan di pangkalan militer Fortuna.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |