Ada Nama Putin di File Epstein sampai Hamas Tolak Pihak Asing di Gaza

2 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Presiden Rusia Vladimir Putin disebut-sebut dalam file predator seksual Jeffrey Epstein. Epstein disebut ingin bertemu Putin, dan melobi sejumlah pejabat dan politisi Rusia.

Sementara itu kelompok Hamas menegaskan menolak ide pelucutan senjata, serta intervensi dari negara asing di wilayah Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (9/2).

Jejak dan Jejaring Epstein di Rusia Terungkap: Ada Misi Bertemu Putin

Mendiang pengusaha sekaligus terpidana predator seksual Jeffrey Epstein punya keinginan kuat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Demi keinginan itu dia melobi sejumlah pejabat, politisi dan pengusaha di Rusia dan Eropa.

Dalam 'dokumen Epstein', terungkap bahwa Epstein berkomunikasi dengan Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin untuk mewujudkan keinginannya bertemu Putin.

Munculnya dokumen-dokumen baru yang menunjukkan jejaring komunikasi Epstein dengan para politisi internasional, termasuk para pejabat Rusia, telah memicu spekulasi mengenai apa motif dari Epstein.

Trump Rapat Perdana Board of Peace 19 Feb, Galang Dana Proyek Gaza

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggelar pertemuan perdana anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) pada Jumat, 19 Februari mendatang.

Berdasarkan surat undangan yang dilihat CNN serta informasi dari pejabat Amerika Serikat dan diplomat yang diundang, pertemuan akan digelar di Institut Perdamaian AS di Washington.

Dikutip dari CNN, pejabat AS tersebut mengatakan rapat perdana itu bertujuan untuk penggalangan dana proyek pembangunan ulang Gaza. Kendati demikian, sumber itu menyebut informasi lebih rinci masih dibahas lebih jauh.

Hamas Tolak Pelucutan Senjata dan Intervensi Negara Asing di Gaza

Pemimpin Senior Hamas Khaled Meshal menolak ide pelucutan senjata serta intervensi dari negara asing di wilayah Gaza, Palestina.

"Mengkriminalisasi perlawanan, senjatanya dan mereka yang melaksanakannya adalah sesuatu yang tidak boleh kita terima," ujar Meshal.

"Selama ada pendudukan, maka akan ada perlawanan. Perlawanan adalah hak bangsa-bangsa di bawah pendudukan ... sesuatu yang dibanggakan oleh bangsa-bangsa," imbuhnya.

Meshal mendesak BoP untuk mengadopsi pendekatan seimbang yang memungkinkan rekonstruksi Gaza dan aliran bantuan kepada sekitar 2,2 juta penduduk Gaza.

Di sisi lain, ia juga memperingatkan bahwa Hamas tidak akan menerima pemerintahan asing atas wilayah Palestina.

(tim/dna)

Read Entire Article
| | | |