Jakarta, CNN Indonesia --
Agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menahan bocah berusia lima tahun, Liam Ramos, yang baru pulang dari prasekolah di Minnesota.
Petugas ICE menahan Ramos dalam melakukan operasi penangkapan terhadap ayahnya, Cojeno Arias, pada Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Sekola Negeri Colombia Heights tempat Ramos belajar, Zena Stenvik, mengatakan agen federal mengambil paksa anak itu dari mobil yang sedang jalan. Mereka lalu membawa Ramos ke rumahnya dan meminta bocah itu mengetuk pintu.
"Pada dasarnya menggunakan anak lima tahun sebagai umpan," kata Stenvik, dikutip Al Jazeera.
Stenvik mengatakan orang tua Ramon punya kasus suaka yang masih aktif tapi belum diminta meninggalkan Amerika Serikat. Keluarga ini datang ke Negeri Paman Sam pada 2024.
"Kenapa menahan anak berusia lima tahun? Anda tak bisa tak bisa mengatakan kepada saya anak ini diklasifikasikan sebagai penjahat kekerasan," ungkap dia.
Di periode kedua Presiden Donald Trump, agen ICE memang kerap melakukan penggerebekan untuk menegakan aturan yang dianggap banyak orang diskriminatif terkait imigrasi.
Kasus penahanan terhadap anak-anak juga bukan kali pertama di pemerintahan Trump. Stenvik mengatakan petugas juga membawa pelajar berusia 17 tahun hingga pelajar berusia 10 tahun.
Sementara itu, pengacara keluarga, Marc Prokesch, mengatakan Ramos dan ayahnya dibawa ke pusat penahanan di Dilley, Texas.
"Kami sedang mempertimbangkan opsi hukum untuk melihat apakah kami dapat membebaskan mereka baik melalui mekanisme hukum tertentu atau tekanan moral," ujar Prokesch.
Saat ini, kondisi Ramos kian memburuk, bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, Tricia McLaughlin, menegaskan agen ICE tak menargetkan anak-anak.
McLaughlin mengatakan petugas menyasar ayah Ramos yang berasal dari Ekuador.
"Demi keselamatan anak, satu petugas ICE kami tetap bersama anak tersebut, sementara petugas lain menangkap Cojeno Arias," klaim dia.
Orang tua dalam situasi itu, lanjut jubir tersebut diberi pilihan untuk membawa anak atau menyerahkan ke orang lain.
(isa/bac)

















































