Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Warga Diminta Waspada

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Masyarakat di sekitar wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Suwarno mengatakan peningkatan aktivitas tersebut terpantau dari hasil pengamatan visual maupun kegempaan yang terekam melalui peralatan pemantauan gunung api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya," katanya, Rabu (24/6) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk mendeteksi perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Data hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan embusan masih terekam oleh alat pemantau. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

"Gunung Anak Krakatau masih dalam status Level II, atau Waspada, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau," ucapnya.

Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Dia juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan lembaga berwenang.

Mengutip dari laman pantauan gunung api, magma.esdm.go.id, pada pengamatan selama 24 jam per Selasa (23/6), terpantau 35 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3.9-35.6 mm, dan lama gempa 8-59 detik; 20 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3.6-45.7 mm, dan lama gempa 6-26 detik; serta 33 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-39.5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 3-51 detik.

Selain itu, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-6 mm, dominan 1 mm.

Kemudian berdasarkan pengamatan visual, "Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-200 meter dari puncak."

[Gambas:Youtube]

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |