Jakarta, CNN Indonesia --
PT BNI Sekuritas meraih predikat Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Awards 2025, yang menempatkan BNI Sekuritas dalam jajaran Perusahaan Efek yang dinilai konsisten menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG) secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan, juga sebagai fondasi dalam menjalankan strategi bisnis.
Direktur Operasional BNI Sekuritas, Yoga Mulya menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan disiplin perusahaan dalam menjadikan tata kelola sebagai fondasi utama setiap pengambilan keputusan, dengan fokus utama pada tata kelola yang kuat dan mempertahankan kepercayaan investor.
"Penghargaan CGPI 2025 menegaskan bahwa tata kelola bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi strategi jangka panjang BNI Sekuritas untuk menjaga stabilitas, integritas, dan kepercayaan investor. Dengan prinsip ini, kami siap menghadapi dinamika pasar, mendorong inovasi, dan terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Yoga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam industri pasar modal, tata kelola diyakini sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas perusahaan.
CGPI yang diselenggarakan oleh Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) bersama majalah SWA telah menjadi acuan nasional dalam menilai kualitas tata kelola perusahaan. Penilaian tersebut mencakup struktur tata kelola, efektivitas proses, serta dampaknya bagi pemangku kepentingan, termasuk kualitas kepemimpinan, pengendalian internal, dan keterbukaan proses bisnis yang mendukung kepercayaan pasar.
Sejalan, BNI Sekuritas memastikan setiap pengembangan bisnis dan inisiatif strategis selalu berada dalam kerangka GCG. Proses identifikasi peluang dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi melalui evaluasi risiko, kepatuhan, serta dampak strategis, sehingga perusahaan tetap kompetitif sekaligus resilien di berbagai siklus pasar.
Pendekatan ini tercermin dalam transformasi aplikasi BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online Trading System) menjadi smart multi-product investing platform. Transformasi dijalankan dengan dukungan tata kelola yang kuat, mencakup aspek kepatuhan, manajemen risiko, dan transparansi kepada nasabah.
Yoga menambahkan, di sepanjang periode 2024-2025, BNI Sekuritas telah mengadopsi dynamic mindset dengan terus memperkuat fungsi compliance, risk management, dan internal audit sebagai bagian dari early warning system internal.
Menurutnya, penguatan ini memungkinkan perusahaan melakukan mitigasi risiko secara proaktif, mengantisipasi perubahan regulasi, serta mengidentifikasi peluang yang muncul dari perkembangan industri dan kebutuhan nasabah.
Pada saat bersamaan, BNI Sekuritas secara strategis berinvestasi pada penguatan Human Capital dan Teknologi Informasi (TI). Pengembangan infrastruktur TI difokuskan pada peningkatan keamanan siber, percepatan analisis data, serta peningkatan kualitas pengambilan keputusan.
Sementara itu, pengembangan talenta adaptif yang dilakukan BNI Sekuritas memastikan organisasi mampu membaca sinyal perubahan pasar, mendorong inovasi, dan merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan relevan.
(rea/rir)
















































