Amazon Bakal PHK Massal 16 Ribu Karyawan Global

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi raksasa dunia Amazon mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16 ribu karyawan di seluruh dunia.

Melansir Reuters, kabar pemangkasan karyawan Amazon sudah santer terdengar. Itu merupakan kali kedua perusahaan melakukan pemangkasan besar-besaran dalam empat bulan terakhir.

Totalnya, Amazon telah memangkas sekitar 30 ribu karyawan sejak Oktober 2025. Sebagian besar merupakan karya di pusat pemenuhan pesanan dan pergudangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, perusahaan masih membuka kemungkinan adanya gelombang PHK lanjutan. Terhitung sejak Oktober 2025 perusahaan di bawah CEO Andy Jassy telah memangkas 10 persen dari total karyawan Amazon yang mencapai 1,58 juta orang.

Angka PHK yang dilakukan Amazon dalam empat bulan terakhir juga menjadi yang terbesar dalam tiga dekade terakhir. Jumlah tersebut melampaui total 27 ribu karyawan yang dipangkas pada periode akhir 2022 hingga awal 2023.

"PHK ini diperlukan untuk memperkuat perusahaan, dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan kepemilikan dan menghapus birokrasi," ujar Kepala Eksekutif Sumber Daya Manusia Amazon Beth Galetti dalam sebuah unggahan.

Galetti menyampaikan bahwa perusahaan membuka kemungkinan pemangkasan lebih lanjut. Di mana, beberapa tim akan terus melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya.

Amazon mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perekrutan berlebihan selama pandemi Covid 19, ketika permintaan belanja online meroket.

"Beberapa mungkin bertanya, apakah ini awal dari ritme baru (pemangkasan karyawan setiap bulan)," kata Galleti dalam catatan, Rabu (28/1). "Itu bukan rencana kami".

PROYEK LESU

Pada Selasa (27/1), Amazon sempat mengirimkan email merujuk pada rencana PHK kepada beberapa karyawan Amazon Web Services (AWS). Hal tersebut sontak membuat ribuan pekerja merasa cemas.

Alasan PHK masih belum diketahui, namun beberapa karyawan dari berbagai unit mengindikasikan secara daring dan dalam email kepada Reuters, bahwa mereka telah terdampak. Beberapa unit yang terdampak seperti AWS (layanan cloud), divisi ritel dan Prime Video, SDM, hingga Kindle dan tim optimasi rantai pasokan.

Pemangkasan karyawan yang dilakukan Amazon turut mencerminkan adanya pergeseran foksu perusahaan menuju kecerdasan buatan alias AI dan otomasi. Peningkatan AI dianggap membantu perusahaan dalam menjalankan tugas mulai dari administratif rutin, hingga masalah kompleks seperti coding.

Sebelumnya, Jassy sempat mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan alat AI meningkatkan otomatisasi tugas, sehingga memangkas pekerjaan perusahaan.

Bahkan, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos beberapa waktu lalu, para eksekuti mengatakan pekerjaan akan hilang dan pekerjaan baru akan muncul. Dua orang mengatakan kepada Reuters, bahwa AI akan digunakan sebagai alasan oleh perusahaan untuk memangkas karyawannya.

Amazon telah mengalokasikan investasi hampir US$100 miliar pada 2025 untuk pengembangan AI. Secara bertahap, itu mulai menggantikan beberapa fungsi pekerjaan manusia.

[Gambas:Video CNN]

(ins/sfr)

Read Entire Article
| | | |