Amran Sebut Prabowo Sudah Siapkan Skema Ketahanan Pangan Hadapi Krisis

9 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan strategi ketahanan pangan nasional sebenarnya sudah disiapkan jauh sebelum memanasnya konflik geopolitik global, termasuk perang antara Iran dan Israel.

Menurutnya, pemerintah telah merancang berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan terburuk sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Amran mengatakan pemerintah telah mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi sektor pertanian, mulai dari konflik geopolitik, fenomena iklim ekstrem seperti El Nino dan La Nina, hingga gangguan rantai pasok global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah perhitungkan semua itu. Sehingga Bapak Presiden sudah siapkan dari saat beliau dilantik. Makanya kita tenang-tenang saja. Jadi kita sudah persiapkan segala kemungkinan terburuk. Pertanian Insya Allah kokoh," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Ia menegaskan konflik global tidak akan secara langsung mengganggu produksi pangan di dalam negeri. Menurutnya, produksi pertanian Indonesia tetap bertumpu pada kekuatan produksi domestik.

"Oh enggak (produksi pangan nasional akan terdampak situasi geopolitik global), itu pasti. Aku yang jamin," ujarnya.

Amran menjelaskan langkah antisipasi pemerintah bukan baru dilakukan setelah konflik global memanas. Ia menyebut perencanaan ketahanan pangan sudah dirancang sejak awal pemerintahan.

"Persiapannya bukan sekarang. Sejak Bapak Presiden dilantik kami diperintah persiapkan dari sekarang. Ini sudah berjalan, sudah on track. Jadi bukan kita baru mengalihkan anggaran sekarang," katanya.

Menurut Amran, strategi tersebut mencakup berbagai langkah mulai dari penguatan infrastruktur irigasi, penyediaan bibit unggul, penguatan alat dan mesin pertanian, hingga program mitigasi terhadap potensi kekeringan akibat El Nino.

Ia juga menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan meskipun terjadi gangguan global.

"Memang sudah dirancang pertanian Indonesia menghadapi segala kemungkinan, El Nino, La Nina, maupun konflik geopolitik memanas. Tiga-tiga itu sudah kita persiapkan," ujar Amran.

Konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah belakangan memicu kekhawatiran sejumlah pengamat terhadap potensi krisis pangan global. Ketegangan meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran pada akhir Februari.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini dilalui lebih dari 30 ribu kapal setiap tahun dan membawa sekitar 11 persen perdagangan laut global.

Selama ini Selat Hormuz dikenal sebagai jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia. Namun sebenarnya banyak komoditas lain yang juga bergantung pada jalur tersebut, termasuk pupuk, logam industri, hingga berbagai barang konsumsi.

Lebih dari 30 persen ekspor pupuk nitrogen dunia seperti urea berasal dari negara-negara kawasan Teluk dan dikirim melalui jalur laut tersebut. Gangguan distribusi pupuk berpotensi meningkatkan biaya produksi pertanian di banyak negara.

Selain itu, Selat Hormuz juga memiliki peran penting dalam distribusi pangan global, terutama bagi negara-negara Timur Tengah yang sangat bergantung pada impor makanan. Qatar, misalnya, mengimpor lebih dari 90 persen kebutuhan pangannya dari luar negeri.

Gangguan pelayaran di kawasan tersebut dapat menyebabkan keterlambatan distribusi pangan. Produk makanan yang dikirim menggunakan kontainer berpendingin seperti daging dan buah-buahan juga berisiko rusak jika kapal tertahan terlalu lama di laut.

Sejumlah analis menilai konflik yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan biaya logistik global, memperpanjang waktu pengiriman, serta memicu kenaikan harga pangan di berbagai negara. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran akan potensi krisis pangan global jika konflik terus berlanjut.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Read Entire Article
| | | |