Jakarta, CNN Indonesia --
Menyebarnya virus Influenza A (H3N2) subclade K atau 'super flu' ke berbagai negara membuat efektivitas vaksin influenza kembali menjadi sorotan.
Varian yang dikenal dengan super flu ini diketahui telah terdeteksi di Indonesia dan menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan lonjakan kasus influenza di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat yang mencatat peningkatan kasus flu hingga dua kali lipat dalam waktu sepekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Michael Osterholm menilai, subclade K memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan strain influenza pada tahun-tahun sebelumnya.
Varian ini menunjukkan perubahan yang memungkinkan virus menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk, baik dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi. Pertanyaannya, apakah vaksin Influenza yang telah ada saat ini masih ampuh untuk melawan varian baru tersebut?
Dokter spesialis paru, Erlina Burhan menjelaskan, virus influenza pada dasarnya memiliki kemampuan untuk terus bermutasi, serupa dengan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
"Virus influenza punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan. Yang disebut sebagai super flu subclade K ini merupakan hasil mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift," kata Erlina, Kamis (1/1), melansir detikhealth.
Menurutnya, antigenic drift menyebabkan perubahan struktur antigen virus sehingga membuat sistem imun tubuh tidak sepenuhnya mengenali virus, termasuk pada orang yang sudah mendapatkan vaksin influenza.
Kondisi tersebut juga dapat membuat infeksi influenza subclade K dinilai dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
Meski tidak selalu mampu mencegah infeksi, Erlina menegaskan vaksin influenza tetap efektif dalam mengurangi risiko keparahan penyakit.
"Vaksin influenza tidak selalu menjamin seseorang tidak tertular, tetapi terbukti membantu menurunkan risiko infeksi berat, komplikasi, hingga kebutuhan perawatan di rumah sakit," jelasnya.
Ia menambahkan, manfaat vaksin menjadi jauh lebih penting pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
"Pada populasi rentan, sangat disarankan untuk memperbarui vaksinasi influenza secara rutin," tegasnya.
Selain mutasi virus, faktor cuaca juga dinilai berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran subclade K. Di negara dengan empat musim, influenza H3N2 kerap meningkat tajam saat musim dingin.
"H3N2 merupakan virus influenza musiman. Angka kejadiannya memang meningkat saat musim dingin, sehingga penyebarannya menjadi lebih cepat dan dampaknya bisa lebih berat," jelas Erlina.
Kondisi tersebut membuat subclade K dengan cepat mendominasi kasus flu di berbagai negara dalam waktu singkat.
Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penggunaan masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh tetap prima menjadi langkah pencegahan utama.
(nga/asr)


















































