Armada AS Merapat ke Iran, Ini Kata Trump

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kapal-kapal militer AS saat ini sedang berlayar menuju perairan Iran.

Dalam pernyataan di Air Force One pada Kamis (22/1), Trump berujar armada perang Washington saat ini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka jika tidak terjadi apa pun. Tapi kami tetap mengawasi mereka dengan sangat cermat," kata Trump usai kembali dari World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, seperti dikutip Reuters.

Kapal-kapal perang AS mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah sejak pekan lalu. Pergerakan ini terjadi menyusul ketegangan antara AS dan Iran imbas demo berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut klaim pemerintah Iran.

Trump telah mengancam akan mengintervensi, termasuk secara militer, jika Iran menyakiti para pedemo. Iran sementara itu menyatakan bakal meluncurkan serangan antisipasi apabila AS-Israel ikut campur.

Kendati demikian, tak lama setelah melontarkan ancaman, Trump mengatakan ada perkembangan baik dari Iran. Ia berujar Iran batal mengeksekusi lebih dari 800 tahanan setelah ia mengultimatum akan menyerang Teheran "lebih keras" dari sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

"Saya berkata: 'Jika kalian menggantung orang-orang itu, kalian akan diserang lebih keras dari yang pernah kalian alami'," kata Trump.

"Satu jam sebelum hal mengerikan itu terjadi, mereka membatalkannya," lanjutnya.

Para pejabat AS pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.

Seorang pejabat juga mengatakan sistem pertahanan udara tambahan saat ini juga tengah dipertimbangkan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan yang berbeda, Trump mengatakan armada AS kemungkinan tidak perlu digunakan mengingat situasi di Iran yang sudah mulai terkendali. Namun, ia menegaskan Washington masih memantau ketat setiap perkembangan di Teheran, termasuk mengenai program nuklir Iran.

"Jika mereka mencoba mengembangkannya lagi, mereka pasti melakukannya di daerah lain. Kami akan menyerang mereka di sana juga, semudah itu," kata Trump.

Di masa lalu, militer AS secara berkala mengerahkan pasukan ke Timur Tengah saat ketegangan meningkat di kawasan tersebut. Pengerahan ini biasanya cuma bersifat defensif.

Kendati demikian, AS mengerahkan pasukan besar-besaran tahun lalu menjelang serangan Washington di bulan Juni terhadap program nuklir Iran.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |