Awas, 7 Kebiasaan Ini Bisa Memicu Overeating

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Minggu, 18 Jan 2026 16:00 WIB

Overeating atau makan berlebihan kerap terjadi tanpa disadari dan bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi emosional. Ilustrasi. Overeating atau makan berlebihan kerap terjadi tanpa disadari dan bisa dipicu oleh berbagai faktor. (iStockphoto/Anusak Rojpeetipongsakorn)

Jakarta, CNN Indonesia --

Overeating atau makan berlebihan kerap terjadi tanpa disadari dan bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi emosional.

Jika dibiarkan, pola makan ini dapat berdampak pada kenaikan berat badan, gangguan kesehatan, serta hubungan yang tidak sehat dengan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makan terlalu banyak dalam satu waktu atau terus-menerus mengonsumsi kalori berlebih bukan sekedar soal kurangnya kontrol diri. Banyak orang mengalami overeating akibat stres hingga pola diet yang terlalu ketat.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab overeating.

1. Makan sambil terdistraksi

Kebiasaan makan sambil menonton televisi, bekerja, atau bermain ponsel membuat otak tidak sepenuhnya menyadari proses makan. Saat perhatian teralihkan, seseorang cenderung tidak memperhatikan rasa kenyang dan terus makan tanpa sadar.

Mengutip dari Healthline, sebuah analisis tahun 2022terhadap 27 studi menemukan bahwa penggunaan layar selama makan mungkin terkait dengan peningkatan asupan makanan.

Sebaiknya, luangkan waktu khusus untuk makan tanpa distraksi. Duduk dengan tenang, fokus pada rasa, tekstur, dan aroma makanan agar tubuh lebih cepat menangkap sinyal kenyang.

2. Stres dan emosi memicu makan tanpa lapar

Mengutip dari Verywell Health, suasana tubuh yang sedang stres, cemas, sedih, atau bosan sering kali mendorong seseorang mencari kenyamanan lewat makanan. Dalam kondisi ini, makan bukan lagi respons terhadap lapar, melainkan cara tubuh meredakan emosi.

Masalahnya, kebiasaan ini dapat membentuk pola makan berlebihan yang berulang, terutama saat emosi negatif muncul kembali.

Hal ini dapat diatasi dengan mengenali emosi yang muncul sebelum makan. Jika tidak benar-benar lapar, alihkan dengan aktivitas lain seperti berjalan santai, menulis, mendengarkan musik, atau berbincang dengan orang terdekat.

3. Terlalu sering menahan makan atau diet ketat

Melewatkan waktu makan atau menjalani diet yang terlalu membatasi asupan kalori justru meningkatkan risiko overeating.

Saat tubuh kekurangan energi, dorongan untuk makan berlebihan akan muncul sebagai respons alami. Akibatnya, seseorang cenderung makan dalam jumlah besar sekaligus ketika kesempatan datang.

Menjaga pola makan teratur dengan porsi seimbang dapat mengatasi permasalahan ini. Makan secara konsisten dapat membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lapar berlebihan.

4. Porsi makan tidak terkontrol

Makan langsung dari kemasan, seperti keripik atau makanan ringan lainnya, membuat seseorang sulit memperkirakan jumlah yang dikonsumsi. Tanpa disadari, porsi bisa jauh melebihi kebutuhan tubuh. Kebiasaan ini kerap terjadi saat makan sambil beraktivitas lain.

Menyajikan makanan dalam piring atau mangkuk kecil dapat membantu otak mengenali batas porsi dan mencegah makan berlebihan.

Simak penyebab overeating lainnya di halaman berikutnya..


Read Entire Article
| | | |