Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan skema bantuan pangan berisi 1 kilogram (kg) daging ayam dan 10 butir telur ayam selama tiga bulan sebagai salah satu langkah menyerap hasil peternak yang saat ini menghadapi tekanan harga.
Rencana itu muncul di tengah anjloknya harga ayam ras pedaging hidup (live bird) di tingkat peternak yang masih berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) pemerintah.
Berdasarkan pemantauan Bapanas per Senin (8/6), harga rata-rata ayam ras pedaging hidup di tingkat peternak tercatat Rp22.382 per kg. Angka tersebut sekitar 10,47 persen lebih rendah dibandingkan HAP yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp25 ribu per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapanas menjelaskan kondisi tersebut menunjukkan peternak masih menghadapi tekanan karena harga jual ayam belum kembali ke level yang dinilai wajar.
Jika berlangsung lama, kondisi itu berisiko menekan pendapatan peternak, mengurangi populasi ternak, hingga mengganggu keberlanjutan usaha dan rantai pasok perunggasan nasional.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah akan melakukan intervensi untuk membantu menstabilkan harga ayam di tingkat produsen.
"Kami akan melakukan kolaborasi dengan menstabilkan kembali harga ayam. Kebetulan daging ayam ras di tingkat produsen juga mengalami penurunan. Tentu juga kita akan lakukan intervensi bersama-sama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian," ujar Ketut dalam keterangan resmi, Kamis (11/6).
Salah satu intervensi yang tengah dikaji adalah penyerapan produk peternakan melalui program bantuan pangan. Skema tersebut sebelumnya telah dijalankan pada 2023 dan 2024 oleh ID Food.
Dalam rancangan yang dipaparkan Bapanas, bantuan pangan akan berisi 1 kg daging ayam dan 10 butir telur ayam yang disalurkan kepada sekitar 1,4 juta keluarga selama tiga bulan.
Bapanas menilai langkah tersebut dapat membantu menyerap kelebihan pasokan ayam dan telur sekaligus menopang harga di tingkat peternak.
Data Bapanas menunjukkan pelaksanaan bantuan pangan pada 2024 melibatkan 8.778 peternak, terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mendorong peningkatan serapan hasil peternak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar konsumsi ayam dan telur dalam menu MBG ditingkatkan.
"Kita sudah sepakati agar MBG konsumsi ayam dan telur ditingkatkan dalam satu minggu. Bila perlu, itu bisa tiga atau lima kali per minggu. Kami sudah bicara langsung ke Ibu Kepala BGN (Nanik S Deyang) dan beliau langsung menindaklanjuti," kata Amran.
Menurut Menteri Pertanian itu, peningkatan penggunaan ayam dan telur dalam program MBG mulai membantu menopang harga di tingkat peternak yang sebelumnya tertekan akibat meningkatnya pasokan dan adanya jeda permintaan menjelang libur sekolah.
Di saat yang sama, pemerintah juga mendukung kesepakatan yang dibuat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) untuk memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan kondisi pasar saat ini dipengaruhi kelebihan pasokan atau over supply sehingga harga ayam hidup mengalami tekanan.
"Sesuai arahan Bapak Kepala Bapanas (Amran), komitmen bersama ini sebagai upaya bersama untuk mewajarkan harga peternak ayam kita secara bertahap. Pemerintah akan mengawal komitmen Pinsar Indonesia. Kondisi ini memang kita lihat ada over supply tapi semoga harga pembelian peternak bisa membaik mendekati HAP," ujarnya.
Dalam kesepakatan yang dicapai di Semarang pada 9 Juni lalu, pelaku usaha perunggasan menargetkan harga ayam hidup secara bertahap naik hingga mencapai Rp19.500 per kg berat hidup di seluruh wilayah Jawa pada 15 Juni mendatang.
Bapanas juga meminta dukungan BGN untuk memperbesar penyerapan ayam dan telur hasil peternak lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG.
Namun demikian, pemerintah mengakui tantangan baru akan muncul saat masa libur panjang sekolah pada akhir Juni hingga pertengahan Juli. Pada periode tersebut, serapan ayam dan telur oleh dapur MBG berpotensi menurun.
Untuk mengantisipasi kondisi itu, Bapanas menyiapkan langkah lain berupa mobilisasi stok berlebih ke daerah-daerah yang masih mengalami fluktuasi harga melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) bersama pemerintah daerah.
(del/ins)
Add
as a preferred source on Google

















































