Jakarta, CNN Indonesia --
Bank Jatim terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan platform JConnect yang mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sepanjang 2025. Upaya tersebut turut mendukung perluasan layanan perbankan digital bagi nasabah ritel, pelaku usaha, hingga korporasi.
Pengembangan ekosistem digital tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Bank Jatim meraih penghargaan kategori Digital Innovation in Business Transformation dalam ajang Digital Innovation Award 2026 yang digelar iNews Media di Jakarta.
Penghargaan diterima Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti (Dodit). Dodit mengatakan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghargaan ini tentu akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi digital yang mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat. Transformasi bisnis yang dilakukan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).
Sebagai informasi, angka pertumbuhan JConnect mencerminkan akselerasi digital yang konsisten. Sepanjang 2025, pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user, tumbuh 22,40 persen secara tahunan, dengan total nilai transaksi Rp65,77 triliun atau naik 29,55 persen year-on-year.
Pertumbuhan serupa terjadi di segmen korporasi. JConnect IB Corporate mencatat 11.199 pengguna, naik 14,79 persen YoY, dengan volume transaksi Rp23,36 triliun. QRIS Bank Jatim juga tumbuh signifikan dengan 203.725 pengguna dan nilai transaksi Rp3,94 triliun, naik 47,25 persen YoY.
"Pada awal Mei lalu, Bank Jatim juga telah sukses melaunching JConnect versi terbaru. Sehingga dengan begitu kami targetkan hingga akhir tahun 2026, pengguna JConnect bisa tembus di angka 2 juta," tutur Dodit.
JConnect versi terbaru hadir dengan 36 fitur yang disusun berdasarkan masukan langsung nasabah. Sejumlah pembaruan mencakup penggantian password tanpa kunjungan ke cabang, login berbasis biometrik, hingga top up kartu uang elektronik yang sudah terintegrasi dalam aplikasi.
Perubahan ini mendorong pergeseran fungsi JConnect yang kini melampaui aplikasi transfer dan pembayaran biasa. Platform ini dirancang untuk melayani kebutuhan keuangan harian nasabah dalam satu kanal digital.
"Sehingga kini JConnect bukan lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran. Tetapi telah berkembang menjadi platform finansial yang dapat digunakan nasabah untuk kebutuhan harian, mulai dari transaksi, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan keuangan secara lebih praktis dalam satu aplikasi," imbuh Dodit.
Bank Jatim juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan ke segmen usaha mikro, menengah, dan korporasi. Fitur-fitur JConnect dirancang untuk mempermudah akses modal dan pengelolaan keuangan bisnis, sekaligus memperkuat posisi Bank Jatim sebagai mitra digital bagi ekosistem bisnis di Jawa Timur.
"Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan. Sebab kami percaya digitalisasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Jawa Timur maupun nasional," pungkas Dodit.
(rir)
Add
as a preferred source on Google

















































