Jakarta, CNN Indonesia --
Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan transparansi kepemilikan saham serta menyajikan data tipe investor yang lebih detail kepada publik.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut hal ini sebagai langkah transformasi pasar modal untuk merespons peringatan dari penyedia indeks global, seperti MSCI dan FTSE.
Menurut Jeffrey, BEI telah memperluas keterbukaan data pemegang saham yang semula hanya mencakup porsi kepemilikan di atas 5 persen kini menjadi di atas 1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita meningkatkan transparansi dari kepemilikan saham. Yang tadinya yang kita publikasikan kepada investor dan publik adalah pemilik atau pemegang saham di atas 5 persen, itu kita tingkatkan transparansinya. Seluruh pemegang saham di atas 1 persen kita ungkap kepada publik," ujar Jeffrey dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual, Rabu (12/8).
Selain itu, BEI juga memperluas klasifikasi data tipe investor yang dipublikasikan kepada masyarakat dari semula 9 menjadi 39 tipe dan sub tipe investor. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran yang lebih transparan dan terukur mengenai profil pelaku pasar modal di tanah air.
"Kita menyajikan data informasi terkait dengan tipe investor yang lebih granular. Dari sebelumnya hanya 9 tipe investor, saat ini menjadi 39 tipe dan sub-tipe investor. Itu juga kita lakukan untuk meningkatkan transparansi," tuturnya.
BEI juga telah menerapkan sejumlah kebijakan pendukung lainnya, termasuk penerbitan aturan kenaikan ketentuan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen hingga penerbitan mekanisme high shareholding concentration untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan saham.
Jeffrey menegaskan transformasi yang dijalankan otoritas bursa sifatnya berkelanjutan. Ke depan, informasi pemegang saham di atas 1 persen akan terus dilengkapi dengan indikasi afiliasi untuk memudahkan investor dalam mengambil keputusan investasi.
"Upaya-upaya perbaikan seperti itu akan terus kita lakukan ke depannya sehingga commitment kita untuk meningkatkan transparansi, meningkatkan tata kelola dan kredibilitas dari pasar kita itu akan terus kita tingkatkan supaya kita akan dapat setara atau menerapkan standar-standar best practice yang sudah berlaku secara internasional," tegas Jeffrey.
(flh/pta)


















































