Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima laporan adanya sejumlah kekurangan dalam penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
Laporan tersebut diterima Purbaya dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang telah melakukan survei ke seluruh SPPG di masing-masing wilayah.
Purbaya tidak menjelaskan secara detail mengenai temuan kekurangan tersebut. Namun, ia menyebut permasalahan yang ada selaras dengan kabar yang ramai diberitakan oleh media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak kekurangan. Sama yang di media-media kekurangannya," ujarnya di kantor Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
Purbaya akan membawa seluruh laporan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapat ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Purbaya mengaku belum mengadakan pertemuan dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono. Menurut dia, Bos BGN saat ini masih melakukan konsolidasi di internal lembaganya.
"Saya belum ketemu Ketua BGN. Dia masih konsolidasi. Begitu udah selesai konsolidasi, saya datang ke sana," ujar Purbaya.
Tahun ini, anggaran MBG berpotensi dipangkas dari level semula Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun.
Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah menjelaskan perhitungan efisiensi anggaran tersebut masih bersifat sementara seiring dengan upaya perbaikan tata kelola program tersebut selama sebulan ke depan.
"Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun," ujar Lili dalam konferensi pers di Kantor BGN Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Lili menegaskan potensi efisiensi anggaran tersebut salah satunya berasal dari penyisiran ulang atau refocusing penerima manfaat program MBG.
"Ini yang sedang dilakukan oleh kami untuk bisa menyusun kembali hal-hal apa saja yang nantinya akan berpengaruh kepada agar APBN ini kita bisa laksanakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," tambahnya.
Dalam kesempatan sama, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan dengan penyisiran ulang penerima manfaat MBG yang saat ini sebanyak 62,7 juta, maka anggaran juga akan selaras turun.
"Dengan hasil penyisiran tadi (sekitar) 62,7 juta (penerima manfaat), saya yakin sebenarnya itu nanti akan otomatis mengikuti. Bahwa angkanya sekarang sih sebenarnya sudah ada gambarannya kita akan turun dari itulah. Tapi angka finalnya nanti tunggu sampai benar-benar final," jelas Agustina.
(dhz/ins)


















































