BI Disebut Borong Emas 2 Ton pada Kuartal I 2026

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

World Gold Council (WGC) mencatat sejumlah bank sentral dunia memborong emas selama tiga bulan pertama tahun ini, tak terkecuali Bank Indonesia (BI) yang disebut membeli hingga 2 ton.

Hal itu tertuang dalam laporan bertajuk 'Gold Demand Trends Q1 2026' yang dirilis pekan ini.

Global Head of Central Banks World Gold Council Shaokai Fan mengatakan bank sentral dunia terus mendukung permintaan dengan menambah 244 ton ke cadangan global pada kuartal I 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Indonesia berkontribusi dengan menambah 2 ton emas ke dalam cadangan devisanya, sejalan dengan pola pembelian bank sentral di kawasan yang lebih luas," ujar Shaokai saat menyampaikan laporan secara virtual, Rabu (13/5) lalu.

Menurutnya, volume pembelian emas oleh bank sentral dunia ini melampaui angka pada kuartal sebelumnya maupun rata-rata lima tahun terakhir. Padahal, beberapa bank sentral ada yang menjual stok emas mereka.

Contohnya, Bank Sentral Republik Turki, Bank Sentral Federasi Rusia, dan Dana Minyak Negara Republik Azerbaijan (SOFAZ) memilih menjual stok emasnya dengan alasan beragam, seperti menjaga nilai tukar hingga membiayai investasi mereka.

"Aktivitas pembelian ini menegaskan peran unik emas sebagai aset cadangan utama yang sangat penting di tengah turbulensi pasar yang ekstrem," kata Shaokai.

Secara keseluruhan, total permintaan emas pada kuartal I 2025 sebanyak 1.205 ton dan naik tipis menjadi 1.231 ton di kuartal I 2026.

Produksi tambang bahkan mencetak rekor kuartal pertama baru, didorong oleh peningkatan signifikan di Indonesia menyusul pemulihan produksi di tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan (mill expansion).

Sementara itu, volume permintaan perhiasan justru turun tajam 23 persen (yoy) menjadi 300 ton sebagai respons terhadap tingginya harga. Penurunan terjadi di seluruh pasar utama, seperti China (-32 persen), India (-19 persen), Timur Tengah (-23 persen), dan Indonesia (-20 persen).

"Namun, secara nilai, pengeluaran untuk perhiasan justru meningkat, menandakan konsumen tetap bersedia berinvestasi pada emas meski harga berada di level rekor," ujarnya.

Redaksi berupaya menghubungi Bank Indonesia untuk mengkonfirmasi pembelian emas yang dilaporkan WGC. Namun, bank sentral belum memberikan tanggapan.

Emas moneter sendiri merupakan bagian dari cadangan devisa BI. Per akhir April 2026, cadangan devisa BI tercatat US$146,2 miliar atau turun 1,3 persen dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026, US$148,2 miliar. 

Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |