Billie Eilish Blunder setelah Pidato Politis di Grammy 2026

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 03 Feb 2026 23:30 WIB

Billie Eilish dinilai melakukan blunder setelah berpidato menyinggung sejarah Amerika Serikat soal penindasan dan perebutan tanah dari warga suku Indian. Billie Eilish dinilai melakukan blunder setelah berpidato menyinggung sejarah Amerika Serikat soal penindasan dan perebutan tanah dari warga suku Indian. (REUTERS/Mario Anzuoni)

Jakarta, CNN Indonesia --

Billie Eilish dinilai melakukan blunder setelah berpidato menyinggung sejarah Amerika Serikat soal penindasan dan perebutan tanah dari warga suku asli Amerika, Indian.

Eilish sebelumnya berpidato politis di atas panggung Grammy Awards 2026 setelah menerima piala Song of the Year berkat lagu rilisan 2024, Wildflower, pada 1 Februari 2026 malam waktu Los Angeles.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku merasa sangat terhormat setiap kali berada di ruangan ini. Sebersyukur apa pun perasaanku, jujur saja aku merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian," kata Billie Eilish.

Ucapan tersebut kemudian memantik komentar julid netizen yang menilai pernyataan tersebut blunder karena Billie Eilish dan abangnya, Finneas O'Connell, masing-masing memiliki rumah pribadi.

Netizen menilai dengan ucapan Billie tersebut, maka siapa pun boleh menduduki rumah penyanyi itu. Bukan cuma itu, ada juga yang menilai Billie Eilish dan abangnya mesti mengembalikan rumah dan lahan kediaman mereka ke suku Indian.

"Bagaimana jika kita semua datang ke rumah mewahnya dan mengatakan kita akan tinggal di sana sekarang? Itu tanah curian, kan? Dia tidak memilikinya," kata netizen.

"Sementara itu, dia bersantai di... bentengnya di Hollywood Hills dengan pengawal bersenjata dan parit hak istimewa. Jika tanah itu memang dicuri, serahkan kuncinya kepada suku terdekat atau keluarga migran," kata komentator politik dan YouTuber Brandon Tatum.

"Perempuan itu benar-benar idiot. Tentu saja, jika dia benar-benar serius, maka dia akan dengan senang hati menyerahkan rumahnya di tepi pantai Malibu yang bernilai jutaan pound kepada imigran ilegal," tulis jurnalis Inggris Julia Hartley-Brewer.

"Yang mana tidak akan dia lakukan, karena itu semua hanya akting selebriti yang konyol," lanjut Hartley-Brewer.

"Billie Eilish kan punya perintah pembatasan kepada seorang pria yang secara ilegal masuk ke rumahnya," kata netizen lainnya.

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

New York Post menyebut Billie Eilish membeli peternakan kuda senilai US$2,3 juta di Glendale, California, ketika dia berusia 17 tahun. Rumah itu sebelumnya milik penyanyi Inggris Leona Lewis.

Sementara itu, Finneas O'Connell dilaporkan menjual rumah pantainya di pantai Malibu seharga US$5,66 juta pada 2022, menurut laporan LA Times. Ia kemudian membeli rumah bergaya Kolonial Spanyol di Los Feliz pada 2019 dan membeli rumah di sebelahnya pada 2022 untuk membuat kompleks kecil.

Pernyataan keras Eilish di atas panggung Grammy Awards 2026 bukan tanpa alasan. Sebelumnya, saat berjalan di karpet merah, penyanyi 24 tahun ini tampak mengenakan pin bertuliskan ICE Out.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas sejumlah musisi dunia. Selain Eilish, beberapa nama besar seperti Justin Bieber, Kehlani, hingga Justin Vernon dari Bon Iver juga terlihat mengenakan atribut serupa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi di Amerika Serikat.

Kecaman para musisi ini dipicu oleh tragedi pada Sabtu (24/1), saat operasi ICE berujung pada kekerasan dan kematian sejumlah warga.

Salah satu kasus yang paling mendapat sorotan adalah penembakan Alex Pretti (37), seorang perawat ICU yang tewas setelah ditembak oleh agen federal dalam insiden yang terekam video.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |