CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 20:45 WIB
Ilustrasi. Kemendukbangga/BKKBN menilai sosok ayah juga perlu hadir dalam pengasuhan, pengambilan keputusan, hingga perencanaan keluarga. (iStock/imtmphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ( Kemendukbangga/BKKBNKemendukbangga/BKKBN ) menilai ayah juga perlu hadir dalam pengasuhan, pengambilan keputusan di rumah tangga, hingga perencanaan keluarga.
Pesan itu menjadi salah satu fokus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang tahun ini mengusung tema 'Ayah Wajib Hadir'.Harganas) ke-33 yang tahun ini mengusung tema 'Ayah Wajib Hadir'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Reproduksi Kesehatan Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin mengatakan, tema tersebut lahir dari perubahan cara pandang terhadap pembangunan keluarga.Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin mengatakan, tema tersebut lahir dari perubahan cara pandang terhadap pembangunan keluarga.
Menurutnya, kehadiran ayah bukan hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga keterlibatan aktif dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika pembangunan keluarga, ternyata kondisi yatim , pengasuhan keluarga bahwa peran ayah semakin berkurang. Bahkan ada sekitar 25 persen yang kehadiran ayah tidak memiliki makna dalam sebuah keluarga,” ujar Wahidin dalam media briefing bertajuk 'Program Sinergitas: Melibatkan Pria dalam Kesetaraan Reproduksi', Selasa (30/6).Wahidin dalam Sinergitas Program: Melibatkan Pria dalam Kesetaraan Reproduksi', Selasa (30/6).
Ia mengatakan, selama ini masih banyak ayah yang menganggap tugas utamanya selesai setelah mencari nafkah.
"Ternyata salah kalau kita sebagai suami atau sebagai keluarga orientasinya hanya, 'pokoknya saya mencari nafkah'. Ternyata bukan itu yang dituntut oleh keluarga," tambahnya.
Wahidin mengatakan, semangat 'Ayah Wajib Hadir' juga berkaitan dengan upaya mendorong keterlibatan pria dalam kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.Wahidin mengatakan, semangat 'Ayah Wajib Hadir' juga berkaitan dengan upaya mendorong keterlibatan pria dalam kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Hal ini juga ditambahkan oleh Ketua Tim Kerja Penyedia KB Pria Kemendukbangga/BKKBN, Raymond Nadeak. Menurutnya, tema Harganas tahun ini menandai perubahan paradigma, dari peran ayah yang selama ini cenderung pasif menjadi lebih aktif.Kemendukbangga/BKKBN, Raymond Nadeak. Menurutnya, tema Harganas tahun ini menandai perubahan paradigma, dari peran ayah yang selama ini cenderung pasif menjadi lebih aktif.
Ia menjelaskan, keterlibatan ayah diharapkan tidak hanya membuat perencanaan keluarga menjadi lebih baik, tetapi juga mendorong partisipasi pria dalam program keluarga berencana.
“Dengan mengusung tema ayah wajib hadir ini kita diharapkan ayah juga bisa berkontribusi dalam melakukan kontrasepsi atau keluarga berencana,” katanya.
Menurut Raymond, keterlibatan tersebut pada akhirnya ikut diharapkan membantu menurunkan angka kematian ibu maupun bayi di Indonesia.
Pembangunan keluarga tidak bisa lagi dipandang sebagai tanggung jawab ibu semata. Ayah harus serta ikut berpartisipasi di dalamnya.
(anm/asr)
Add
as a preferred source on Google


















































