CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 07:45 WIB
Ilustrasi minum kopi. (epicantus/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagi banyak orang, untuk memulai hari atau beraktivitas, minum secangkir kopi menjadi ritual wajib. Namun, kebiasaan minum kopi perlu diperhatikan apabila Anda sedang masa pengobatan.
Terkait kondisi ini, muncul pertanyaan klasik: apakah aman meminum kopi sesaat setelah menelan obat? Secara medis, mencampur kedua zat ini dalam waktu yang berdekatan tidak selalu disarankan.
Kandungan kafein dalam kopi memiliki sifat aktif yang dapat berinteraksi dengan bahan kimia dalam obat, yang berpotensi mengubah efektivitas pengobatan hingga memicu efek samping yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Medical News Today, kafein dapat memengaruhi tubuh dalam berbagai cara yang bisa menghambat proses penyembuhan. Lalu, apa saja sejumlah risiko utama interaksi kopi dan obat? Berikut daftarnya.
- Menghambat Penyerapan: Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengurangi kemampuan saluran pencernaan dalam menyerap zat aktif tertentu. Akibatnya, dosis obat yang masuk ke aliran darah menjadi tidak maksimal. Contohnya terjadi pada obat osteoporosis dan suplemen zat besi.
- Mengubah Efek Obat: Beberapa jenis obat seperti antidepresan atau antibiotik dapat mengalami perubahan reaksi. Cara kerja obat tersebut bisa menjadi lebih kuat dari seharusnya atau justru menjadi lebih lemah sehingga pengobatan tidak efektif.
- Memicu Efek Samping Ganda: Mengonsumsi kopi saat minum obat tertentu dapat memperparah respons tubuh, seperti jantung berdebar lebih kencang, rasa gelisah yang berlebihan, hingga gangguan tidur atau insomnia.
Untuk meminimalkan risiko interaksi negatif, para ahli kesehatan sangat menyarankan pemberian jeda waktu. Secara umum, jarak aman yang disarankan adalah sekitar 1 hingga 2 jam setelah mengonsumsi obat sebelum Anda diperbolehkan meminum kopi.
Jeda waktu ini sangat krusial agar tubuh memiliki kesempatan untuk memproses dan menyerap zat aktif obat secara optimal tanpa intervensi dari efek kafein.
Beberapa kategori obat memerlukan kewaspadaan ekstra terkait konsumsi kopi, di antaranya obat lambung (Antasida), Obat tekanan darah dan saraf, serta suplemen nutrisi.
Kendati jarak 1-2 jam menjadi aturan umum, perlu diingat bahwa setiap obat memiliki karakteristik kimiawi yang unik. Faktor usia, metabolisme individu, dan jenis penyakit juga turut menentukan seberapa besar dampak kopi terhadap pengobatan.
Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk selalu membaca label pada kemasan obat atau berkonsultasi langsung dengan dokter maupun apoteker.
(wiw)

















































