CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 23:30 WIB
Bruce Springsteen ikut menyuarakan protesnya atas tindakan brutal pasukan imigrasi Amerika Serikat alias ICE di Minneapolis. (AFP/Valerie Macon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bruce Springsteen ikut menyuarakan protesnya atas tindakan brutal pasukan imigrasi Amerika Serikat alias ICE di Minneapolis hingga mengakibatkan sejumlah warga meninggal dunia.
Musisi legendaris AS tersebut merilis lagu yang bertajuk Steets of Minneapolis pada Rabu (28/1) sebagai tanggapan atas kejadian yang ia sebut "teror negara yang menimpa kota Minneapolis."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Variety pada Rabu (28/1), pria 76 tahun tersebut mendedikasikan lagu itu untuk masyarakat Minneapolis, "tetangga imigran kita," dan untuk menghormati korban pembunuhan agen ICE, Renee Good dan Alex Pretti.
"Saya menulis lagu ini pada hari Sabtu, merekamnya kemarin, dan merilisnya untuk Anda hari ini sebagai tanggapan atas teror negara yang menimpa kota Minneapolis," tulis Bruce Springsteen.
"Lagu ini didedikasikan untuk warga Minneapolis, tetangga imigran kita yang tidak bersalah, dan untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Good. Tetaplah bebas, Bruce Springsteen."
Lagu yang sebagian besar merupakan akustik kemudian berubah menjadi aransemen full-band itu berisikan moment chant-along "ICE out of Minneapolis".
Springsteen juga menyebut Presiden Donald Trump dengan julukan yang digunakan oleh masyarakat yang kontra dengannya, "King Trump".
"King Trump's private army from the DHS/ Guns belted to their coats/ Came to Minneapolis to enforce the law/ Or so their story goes//"
"Against smoke and rubber bullets/ By the dawn's early light/ Citizens stood for justice// Their voices ringing through the night/ And there were bloody footprints/Where mercy should have stood."
"Oh our Minneapolis, I hear your voice/ Singing through the bloody mist/ We'll take our stand for this land/ And the stranger in our midst."
"Here in our home they killed and roamed/ In the winter of '26 / We'll take our stand for this land / And the stranger in our midst / We'll remember the names of those who died / On the streets of Minneapolis."
Aksi petugas ICE yang berujung kekerasan dan pembunuhan sejumlah warga pada Sabtu (24/1) menuai banyak kecaman di Amerika Serikat.
Salah satu yang menjadi korban jiwa adalah Alex Pretti, perawat ICU berusia 37 tahun, ditembak berulang kali setelah ditangkap oleh agen federal dalam konfrontasi yang terekam dalam video.
Alex Pretti dituduh ICE sebagai teroris lokal. Padahal, menurut keterangan keluarga, dia tak memegang senjata dan justru berusaha melindungi seorang perempuan.
Penembakan itu memicu protes besar di Minnesota dan sejumlah wilayah di AS. Di Los Angeles bahkan para pengunjuk rasa meniup peluit untuk memberi dukungan bagi para imigran.
(end)

















































