Jakarta, CNN Indonesia --
Pasar saham Korea Selatan mengalami kejatuhan tajam pada Selasa (23/6). Indeks KOSPI anjlok 10 persen dari level rekor tertingginya seiring aksi jual besar-besaran yang menghantam saham-saham teknologi dan semikonduktor.
Dikutip dari Bloomberg, pelemahan dipimpin oleh dua raksasa chip Korea Selatan, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix. Kedua saham tersebut masing-masing merosot lebih dari 12 persen dalam perdagangan.
Koreksi tajam itu bahkan memaksa Bursa Korea (Korea Exchange) menghentikan perdagangan selama 20 menit pada sesi siang guna meredam gejolak pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual awalnya dipicu sentimen risk-off global yang mengikuti pelemahan saham teknologi di Amerika Serikat. Namun tekanan kemudian membesar setelah investor asing melepas saham KOSPI senilai lebih dari US$2,5 miliar.
Pelaku pasar juga menyoroti maraknya likuidasi paksa (forced liquidation) terhadap investor ritel yang bertransaksi menggunakan dana pinjaman atau margin.
"Aksi ini sangat berkaitan dengan kondisi pasar Korea yang penuh euforia karena saat ini pergerakannya didominasi investor ritel," kata Kepala Strategi Ekuitas CLSA Alexander Redman.
Ia menilai volatilitas yang terjadi saat ini cukup mengkhawatirkan.
"Benar-benar mengganggu melihat volatilitas sebesar ini," ujarnya.
Data Bloomberg menunjukkan volume perdagangan pada Selasa melonjak 52 persen dibanding rata-rata 20 hari terakhir.
Kejatuhan tersebut memperpanjang tren volatilitas pasar saham Korea Selatan tahun ini. Bursa Korea telah empat kali mengaktifkan circuit breaker sepanjang 2026. Sebagai perbandingan, tidak ada penghentian perdagangan serupa pada 2025 dan hanya sekali pada 2024.
Tekanan juga diperburuk oleh produk exchange traded fund (ETF) berleverase yang melacak pergerakan saham Samsung dan SK Hynix. Produk-produk tersebut memperbesar fluktuasi pasar karena harus melakukan penyesuaian portofolio harian untuk mempertahankan tingkat leverage.
Salah satu ETF milik Samsung Asset Management yang memberikan eksposur dua kali lipat terhadap pergerakan harian saham SK Hynix tercatat kehilangan lebih dari 25 persen nilainya dalam satu hari perdagangan.
Di sisi lain, utang margin investor Korea Selatan juga mencapai rekor tertinggi bulan ini. Data Korea Financial Investment Association menunjukkan pinjaman untuk membeli saham menyentuh 38,5 triliun won atau sekitar US$25 miliar.
Manajer Investasi Timefolio Investment Management Kim Namho mengatakan tekanan jual meningkat pesat pada sore hari.
"Sepertinya likuidasi paksa mulai terjadi sekitar pukul dua hingga tiga sore, dengan order jual yang mempercepat penurunan pasar," katanya.
Meski demikian, investor ritel justru memanfaatkan koreksi tajam tersebut untuk memborong saham. Mereka tercatat membeli saham KOSPI lebih dari 8 triliun won, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Chief Investment Officer Eugene Asset Management Ha SeokKeun menilai kejatuhan pasar lebih banyak dipicu aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya.
"Penurunan ini tampaknya terutama didorong aksi profit taking setelah reli tajam beberapa waktu terakhir karena pasar sudah berada di kondisi overbought," katanya.
Menurut Ha, tingginya penggunaan margin oleh investor ritel membuat pasar semakin sensitif terhadap sentimen negatif.
"Leverage investor ritel dan saldo margin yang tinggi kemungkinan memperbesar penurunan dan membuat pasar lebih rentan terhadap katalis negatif," ujarnya.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

















































