CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 11:15 WIB
Ilustrasi. Penyebab benjolan di ketiak tak selalu menandakan kondisi medis. (iStockphoto/triocean)
Jakarta, CNN Indonesia --
Benjolan di ketiak sering kali menimbulkan rasa khawatir, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau terasa nyeri saat disentuh. Meski tidak selalu menandakan kondisi serius, kemunculannya tetap perlu diperhatikan agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.
Area ketiak memiliki banyak kelenjar getah bening, folikel rambut, serta kelenjar keringat yang dapat menjadi sumber munculnya benjolan. Dalam banyak kasus, benjolan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab umum benjolan di ketiak
Salah satu penyebab paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Menurut Cleveland Clinic, kelenjar getah bening dapat membesar saat tubuh sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau kondisi peradangan lainnya.
Benjolan juga dapat muncul akibat infeksi pada folikel rambut atau folikulitis. Kondisi ini sering terjadi setelah mencukur bulu ketiak dan biasanya disertai kemerahan, nyeri, atau rasa tidak nyaman pada kulit.
Selain itu, benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh kista. Kista terbentuk ketika cairan, sel kulit mati, atau zat lain terperangkap di bawah permukaan kulit. Umumnya kista tidak berbahaya, tetapi dapat membesar atau mengalami peradangan.
Penyebab lainnya adalah lipoma, yaitu benjolan yang terbentuk dari jaringan lemak. Lipoma biasanya terasa lunak saat disentuh dan dapat digerakkan di bawah kulit. Kondisi ini umumnya bersifat jinak.
Kapan harus waspada terhadap benjolan di ketiak?
Sebagian besar benjolan di ketiak tidak berbahaya dan dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius.
Segera periksakan diri ke dokter jika benjolan terus membesar, terasa keras, tidak dapat digerakkan saat disentuh, atau tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu. Kondisi tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Menurut Healthline, pembengkakan kelenjar getah bening yang berlangsung lama juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, termasuk penyakit autoimun atau kondisi yang memengaruhi sistem limfatik.
Waspadai pula jika benjolan disertai gejala lain seperti demam berkepanjangan, keringat malam berlebihan, kelelahan yang tidak biasa, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan medis.
Bagaimana dokter melakukan diagnosis?
Untuk mengetahui penyebab benjolan di ketiak, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga dapat mengevaluasi ukuran, tekstur, serta apakah benjolan terasa nyeri atau tidak saat disentuh.
Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti tes darah untuk mendeteksi infeksi atau peradangan.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan pencitraan seperti USG atau mammografi juga dapat dilakukan untuk melihat kondisi jaringan di sekitar ketiak.
Apabila penyebab benjolan masih belum dapat dipastikan, dokter mungkin menyarankan biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Itu dia ulasan lengkap mengenai penyebab hingga risiko benjolan di ketiak yang bisa kamu pelajari. Semoga informasi ini bermanfaat.
(han/asr)
Add
as a preferred source on Google

















































