Cerita SAR Evakuasi Korban Tewas Gempa NTT di Gedung Pelabuhan Maumere

3 hours ago 5

Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga orang yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di timurlaut Mbay, Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8).

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan salah satu bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Sikka, ambruk saat gempa terjadi dan menimpa tiga orang di dalamnya.

Satu dari korban itu kemudian dievakuasi dalam kondisi sudah tak bernyawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu korban bernama Meliana Nenong, perempuan 54 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Fathur dalam keterangan resminya, Sabtu,(15/8).

"Dua lainnya mengalami luka-luka. Ketiganya langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C. Hillers Maumere," sambungnya.

Dia mengaku timnya juga telah dikerahkan ke Kabupaten Nagekeo dan lokasi-lokasi lain yang dilaporkan terdampak gempa. Pendataan jumlah korban dan kerusakan masih terus dikoordinasikan bersama BPBD setempat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika melaporkan hingga pukul 10.00 WITA jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 kali.

"Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, Sabtu pagi dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Kupang bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang bertempat di Mapolda NTT.

Dia mengatakan, meskipun hingga pukul 10.00 WITA sudah ada 111 kali gempa susulan, aktivitas seismik tersebut masih terus terjadi dengan magnitudo terakhir 3,8.

Walaupun magnitudo gempa sudah mulai mengecil, dia mengimbau masyarakat di Flores untuk selalu waspada, karena gempa susulan masih terus terjadi. Sementara itu terkait peringatan dini tsunami, ujarnya, saat ini telah dicabut.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pukul 05.58 WITA waktu setempat.

Pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur. Lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer

Hingga pukul 07.03 WITA BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.

Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8) pagi.

"Kondisi sampai saat ini masih dilakukan evakuasi. Kami telah memerintahkan seluruh kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait," katanya di Kupang, Sabtu dikutip dari Antara.

Dia mengatakan jajaran Polda NTT bergerak cepat melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Menurut Kapolda, pada tahap awal penanganan, penyelamatan masyarakat menjadi hal yang paling diutamakan. Sementara untuk jumlah korban dan kerusakan, proses pendataan masih berlangsung.

"Jadi kita utamakan penyelamatan dulu, sedangkan untuk data-data kami masih menghimpun," katanya.

(lou/antara/kid)

placeholder

Read Entire Article
| | | |