China Siap Genjot Drama Mikro ke Pasar Global

7 hours ago 10

CNN Indonesia

Minggu, 20 Sep 2026 07:40 WIB

The photo taken on October 10, 2025 shows the monitor screens at a microdrama film studio in Shanghai. Ultra-short video series "Strange Mirror of Mountains and Seas" is filled with dragon-like monsters, handsome protagonists and plenty of melodrama Pemerintah China serius mencanangkan industri drama mikro (microdrama) sebagai salah satu instrumen utama diplomasi budaya global. (AFP/Jade Gao)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China serius mencanangkan industri drama mikro (microdrama) sebagai salah satu instrumen utama diplomasi budaya global, seiring melonjaknya popularitas format tontonan durasi singkat itu di dunia internasional.

Wakil Menteri sekaligus Juru Bicara Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok (NRTA), He Biao, mengungkapkan tayangan audio visual berfungsi sebagai jembatan emosional untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030, NRTA mematangkan strategi komunikasi internasional secara sistematis demi memfasilitasi konten serta platform digital lokal menembus pasar luar negeri.

"NRTA telah menerbitkan langkah-langkah untuk mengelola pengembangan drama mikro pada Agustus dan sedang mempercepat penyusunan undang-undang penyiaran radio dan televisi," kata He Biao.

"Sekaligus meningkatkan sistem penyiaran darurat serta memperluas program kerja sama inovasi radio dan televisi antara China dan Afrika," ujarnya.

Kantor berita Global Times pada Kamis (17/9) memberitakan langkah ekspansi global ini didukung oleh ledakan industri domestik yang masif.

[Gambas:Video CNN]

Jumlah pengguna drama mikro di China kini telah melampaui 800 juta orang dengan nilai pasar menembus 100 miliar yuan atau setara Rp264,37 triliun (1RMB=Rp2.643,74).

Sepanjang delapan bulan pertama 2026 saja, sebanyak 430 ribu judul drama mikro telah dirilis dengan lebih dari 90 persen di antaranya digarap mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Angka produksi tahun ini juga tercatat melonjak 13 kali lipat dari total produksi tahun lalu.

Meski mendukung pemanfaatan AI untuk memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi produksi, Direktur Manajemen Program Audio Visual Online NRTA, Wang Xiaoliang, menekankan pengawasan mutu tetap menjadi prioritas agar produk budaya yang diekspor memiliki standar tinggi.

Regulator mewajibkan pelabelan transparan pada setiap karya berbasis AI, perlindungan hak cipta atas wajah dan suara, serta pembersihan puluhan ribu konten yang dinilai melanggar aturan.

Para pelaku industri lokal menilai transisi menuju produksi berbasis AI dan dorongan go international ini sebagai fenomena yang tak bisa dibendung.

Pemanfaatan model AI generator video China kini memungkinkan proses pembuatan adegan dilakukan sepenuhnya lewat komputer, sekaligus menurunkan hambatan budaya agar narasi kehidupan modern China dapat dinikmati penonton global.

(chri)

Read Entire Article
| | | |