CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 11:00 WIB
Ilustrasi. Sebelum memutuskan pulang kampung, karyawan perlu mempersiapkan surat izin cuti mudik Lebaran yang diajukan kepada perusahaan. (Ed Gregory)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak pekerja mulai menyiapkan perjalanan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga.
Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah contoh surat izin cuti mudik Lebaran yang diajukan kepada perusahaan.
Dokumen ini menjadi bentuk permohonan resmi agar karyawan dapat mengambil cuti dalam periode tertentu tanpa mengganggu operasional kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat izin cuti mudik biasanya ditujukan kepada atasan langsung atau bagian sumber daya manusia (HRD).
Isi surat umumnya mencakup identitas karyawan, jabatan, lama cuti, tanggal mulai dan berakhirnya cuti, serta alasan pengajuan libur untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Selain itu, dalam surat juga sebaiknya disertakan informasi mengenai penyerahan sementara tanggung jawab pekerjaan kepada rekan kerja.
Hal ini penting agar aktivitas di kantor tetap berjalan lancar selama karyawan yang bersangkutan menjalani cuti.
Berikut salah satu contoh surat izin cuti mudik lebaran yang dapat dijadikan referensi.
Contoh surat permohonan cuti mudik Lebaran
(Kota), (Tanggal Surat Dibuat)
Yth. Bapak/Ibu HRD Manager
(Nama Perusahaan)
Di Tempat
Hal: Permohonan Cuti Tahunan/Mudik
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: (Nama Lengkap Anda)
Jabatan: (Jabatan Anda)
Nomor Karyawan: (Nomor Karyawan)
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan cuti untuk keperluan mudik Lebaran selama [Jumlah Hari] hari, terhitung mulai tanggal [Tanggal Mulai Cuti] hingga [Tanggal Berakhir Cuti]. Saya akan kembali bekerja pada tanggal [Tanggal Masuk Kerja].
Selama masa cuti tersebut, tanggung jawab pekerjaan saya akan didelegasikan kepada [Nama Rekan Kerja] agar kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik.
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan persetujuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(Tanda tangan)
(Nama Lengkap Anda)
Yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan cuti
Selain memahami format surat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan cuti mudik.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi pertimbangan perusahaan dalam memberikan persetujuan. Berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:
1. Ajukan cuti lebih awal
Idealnya, permohonan cuti mudik diajukan sekitar dua hingga empat minggu sebelum hari keberangkatan. Dengan begitu, perusahaan memiliki waktu untuk mengatur jadwal kerja dan pembagian tugas.
2. Pastikan pekerjaan penting sudah selesai
Sebelum meninggalkan kantor, usahakan pekerjaan yang bersifat mendesak sudah diselesaikan. Jika tidak memungkinkan, pastikan ada rekan kerja yang siap menerima pelimpahan tugas.
3. Sampaikan alasan secara profesional
Alasan mudik Lebaran umumnya dapat dipahami oleh perusahaan. Namun, tetap penting menyampaikannya dengan bahasa yang formal dan sopan.
4. Koordinasi dengan rekan tim
Memberi tahu rekan satu tim mengenai rencana cuti juga penting agar tidak terjadi hambatan komunikasi selama Anda berada di luar kota.
Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang dinanti banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Meski demikian, tanggung jawab pekerjaan tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas kantor.
Karena itu, memahami format dan etika pengajuan cuti menjadi hal yang penting bagi karyawan. Dengan menyiapkan contoh surat izin cuti mudik lebaran yang jelas dan profesional, proses pengajuan cuti biasanya akan lebih mudah diproses oleh perusahaan.
(asp/fef)

















































