Curhat Moeldoko Insentif Menggantung Bikin Dealer Motor Listrik Mules

3 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko kembali mengeluhkan prihal status insentif kendaraan listrik yang dinilai menggantung sehingga berdampak negatif bagi pelaku usaha, khususnya pemilik dealer.

Seharusnya, kata Moeldoko, pemerintah dapat bersikap tegas menyatakan sikap terkait sebuah kebijakan. Jika keputusan dibuat menggantung, baginya itu dapat merugikan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya jauh lebih cepat diumumkan lebih bagus, karena selama ini kan digantung nih. Oh nanti akan ada insentif, ditunggu kapan. Akhirnya enggak beli-beli, sehingga dealer-dealer yang ada di daerah itu pada mules semua. Karena menunggu, masyarakat enggak ada yang beli," kata Moeldoko dalam acara EVolution Indonesia Forum CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2).

"Mendingan sudah diumumkan tidak ada lagi, selesai sudah. Di situ dunia industri akan mengkalkulasi, customer akan mengkalkulasi," katanya lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini berkaca dari rencana pemberian insentif motor listrik pada 2025 yang sebelumnya sempat dijanjikan, tetapi urung terjadi.

Kondisi itu dinilai membuat masyarakat menahan diri membeli motor listrik sehingga pasar motor listrik menyusut drastis.

Pemerintah baru memastikan tak akan memberi insentif untuk motor listrik pada 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sebelumnya menyatakan insentif motor listrik memang tak diajukan pihaknya ke Kementerian Keuangan.

Agus juga bilang kepastian motor listrik tak dapat insentif lebih baik daripada informasi soal ini terus menggantung. Dia bilang pemerintah mau pelaku usaha dan konsumen tidak terus menunggu insentif.

"Saya sampaikan sekarang biar ada kepastian, jadi orang nggak nunggu insentif, industri juga bergerak," tutur Agus.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |