Daftar Saham Berpotensi Jagoan di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

5 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 224,90 poin atau anjlok 3,05 persen di level 7.137 pada Jumat (13/3) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp14,04 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,69 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah empat hari, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 5,91 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 9 sampai dengan 13 Maret 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup di zona negatif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 6,96 persen dari Rp13,627 triliun menjadi Rp12,678 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami penurunan yakni sebesar 25,49 persen dari 42,34 miliar menjadi 31,55 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut menurun sebesar 31,10 persen dari Rp24,97 triliun menjadi Rp17,20 triliun.

Setali tiga uang, rata-rata frekuensi transaksi harian pun mengalami penurunan yakni sebesar 31,54 persen dari 2,73 juta kali transaksi menjadi 1,87 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp117,17 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,85 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan pergerakan IHSG pada Senin (16/3) akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Secara teknikal, ia memproyeksikan indeks berada dalam rentang support di level 7.000 dan resistance 7.290.

Ia menjelaskan indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini sudah masuk ke area oversold, sementara indikator MACD masih menunjukkan pelemahan tren, yang menandakan tekanan di pasar masih cukup terasa meskipun ada potensi pantulan teknikal.

"IHSG awal pekan depan kami perkirakan bergerak mixed cenderung melemah terbatas dalam rentang support 7.000 dan resistance 7.290, dengan RSI yang sudah masuk area oversold sementara MACD masih menunjukkan pelemahan tren," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (15/3).

Oktavianus menambahkan pergerakan pasar dalam waktu dekat juga akan dipengaruhi sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah tensi geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang diperkirakan belum mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Kondisi ini berdampak pada pasokan energi global, terutama karena Selat Hormuz masih ditutup bagi aliansi AS dan Israel, yang turut memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi global.

Selain itu, harga minyak Brent yang kembali naik ke atas US$103 per barel serta harga batu bara yang bertahan di atas US$137 per ton dinilai berpotensi memberi sentimen positif bagi saham-saham yang terkait dengan sektor energi.

Di sisi lain, pasar juga diperkirakan akan cenderung menahan transaksi (hold) atau bersikap wait and see menjelang libur bursa yang cukup panjang selama lima hari perdagangan, di tengah ketidakpastian global dan tensi geopolitik yang masih tinggi.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham Adaro Minerals Indonesia atau ADRM yang ditutup menguat 3,19 persen ke posisi 1.940 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ADMR dapat menyentuh level 2.140 pada pekan ini.

Kedua, saham Medco Energi Internasional atau MEDC yang ditutup di posisi 1.700 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi MEDC dapat menyentuh level 1.920 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG dalam sepekan ke depan masih berpotensi mengalami tekanan. Secara teknikal, pergerakan indeks diproyeksikan berada pada level support 7.071 dan resistance 7.248.

"Investor masih akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan juga libur panjang Nyepi dan Lebaran, di sisi lain akan ada fed rate yang diperkirakan akan stay 3,75 persen," ujar Herditya.

Ia menjelaskan sejumlah faktor tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen pasar dalam beberapa waktu ke depan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor karena dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar global.

Selain itu, periode libur panjang Nyepi dan Lebaran juga berpotensi membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sehingga aktivitas transaksi diperkirakan cenderung terbatas.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham ADRM yang ditutup di level 1.940 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ADMR dapat menyentuh level 2.130 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham Dharma Satya Nusantara atau DSNG yang ditutup di level 1.345 pada pekan lalu. Ia memproyeksi DSNG dapat menyentuh level 1.575 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham Triputra Agro Persada atau TAPG yang ditutup di level 1.700 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan TAG dapat menyentuh level 1.855 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |