Dalam 17 Hari 3 Pemain Liga 4 Disanksi Seumur Hidup

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup tak berhenti mendera pemain yang tampil di Liga 4. Saat ini sudah ada tiga pemain yang disanksi seumur hidup hanya dalam hitungan 17 hari.

Sanksi berat ini diberikan karena aksi berbahaya yang dilakukan oleh Muhammad Hilmi Gimnastiar (Putra Jaya Pasuruan), Dwi Pilihanto (KAFI FC), dan Raihan Alfariq (PSIR Rembang) dalam sebuah pertandingan.

Hukuman pertama datang dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI Asprov Jawa Timur. Pada 6 Januari 2026, Komdis PSSI Asprov Jatim menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dalam lingkungan sepak bola kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hilmi adalah pemain Putra Jaya Pasuruan yang menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, pada laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026, 5 Januari lalu.

Sehari berselang giliran Panitia Disiplin PSSI Asprov Daerah Istimewa Yogyakarta yang merilis keputusan serupa. Pandis PSSI Asprov DIY menghukum Dwi Pilihanto dengan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Dwi adalah pemain KAFI FC yang menendang muka pemain UAD FC pada laga Liga 4 DIY, 6 Januari.

Terbaru giliran Raihan Alfariq yang dijatuhi sanksi serupa. Kiper PSIR Rembang itu dilarang bermain seumur hidup karena aksi tendangan kungfu ke pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas dalam pertandingan di Liga 4 Jawa Tengah.

Selain sanksi larangan dan berpartisipasi di sepak bola seumur hidup, Raihan juga dijatuhi denda sebesar Rp5 juta akibat pelanggaran berbahaya tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(jal/rhr)

Read Entire Article
| | | |