Dari Mana Uranium Berasal dan Berapa Lama Prosesnya Jadi Nuklir?

3 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama perang Iran dan Amerika Serikat, uranium menjadi sorotan dunia. Teheran disebut sepakat mengurangi dan memindahkan uranium yang sudah diperkaya ke negara ketiga sebagai tanggapan proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan Iran memang setuju, tetapi mengajukan syarat ketat. Teheran menyerukan jaminan uranium yang ditransfer akan dikembalikan jika pembicaraan gagal. Mereka juga menolak pembongkaran fasilitas nuklir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber di Iran sementara itu hanya mengatakan pemerintah sudah memberi tanggapan soal proposal AS, tetapi tak memberi rincian apapun.

Persoalan nuklir Iran menjadi topik sangat serius di antara kedua negara bahkan sejak perang 28 Februari belum dimulai. AS di bawah pimpinan Donald Trump ingin menghancurkan program nuklir Iran, tetapi Teheran ingin Washington menghormati hak mereka memperkaya uranium.

Dari mana asal uranium?

Semuanya berawal dari kerak bumi, tempat bijih uranium berada. Uranium ditambang dari bumi dan kemudian diubah menjadi gas agar dapat diperkaya untuk keperluan nuklir-baik damai maupun destruktif. Council Foreign Relations, dalam laman resminya, menjelaskan bahwa uranium ditemukan di seluruh dunia, meskipun sebagian besar dalam jumlah yang sangat sedikit.

Namun, ada lima negara, yaitu Australia, Kanada, Kazakhstan, Namibia, dan Rusia, yang mampu menyumbang sekitar dua pertiga dari pasokan uranium dunia yang diketahui.

Di alam, uranium merupakan campuran dari dua isotop: uranium-235 (U-235) dan uranium-238 (U-238). U-235 sangat penting karena mudah mengalami fisi (tidak seperti U-238) dan sangat langka, hanya kurang dari 1 persen dari uranium alami di dunia.

Jadi, negara-negara dengan ambisi nuklir, baik tujuan damai maupun militer, perlu terlebih dahulu meningkatkan proporsi U-235 dalam sampel uranium mereka melalui proses yang disebut pengayaan. Pengayaan inilah langkah yang harus ditempuh sebelum akhirnya menjadi senjata nuklir.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Pengayaan uranium paling umum terjadi dalam sentrifugasi gas. Setelah uranium diubah menjadi gas, kemudian gas tersebut dimasukkan ke dalam sentrifugasi, yang berputar dengan kecepatan tinggi, untuk memisahkan U-238 yang sedikit lebih berat dari U-235.

Uranium dapat diperkaya hingga berbagai tingkat, yang terbagi dalam dua kategori:

Pertama, uranium yang diperkaya rendah (LEU), memiliki kurang dari 20 persen U-235 dan sering digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir atau dalam reaktor non-pembangkit listrik, yang menghasilkan bahan untuk penggunaan medis, penelitian ilmiah, dan tujuan lainnya.

Kedua, uranium yang sangat diperkaya (HEU), memiliki 20 persen atau lebih U-235 dan terutama digunakan untuk tujuan militer, untuk mengembangkan senjata nuklir dan dalam beberapa aplikasi khusus lainnya seperti reaktor pada kapal selam bertenaga nuklir.

Semua tingkat pengayaan tinggi dapat digunakan untuk senjata, tetapi pengayaan hingga setidaknya 90 persen, kadang-kadang disebut uranium tingkat senjata. Tingkat pengayaan yang lebih tinggi berarti lebih sedikit uranium yang dibutuhkan untuk memproduksi senjata.

Itu berarti hulu ledak dapat lebih kecil dan lebih ringan, memungkinkan rudal untuk menempuh jarak yang lebih jauh dan pesawat untuk mengirimkan lebih banyak senjata.

Relatif lebih mudah dan cepat untuk memperkaya uranium hingga 90 persen untuk tingkat senjata nuklir. Begitu suatu negara mampu memperkaya uranium, waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan senjata nuklir seringkali hanya beberapa bulan.

Karena alasan itu, pemantauan proliferasi oleh lembaga berwenang sangatlah sulit.

(imf/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |