Deret Saham Berpeluang Cuan di Tengah All Time High IHSG

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 42,82 poin atau menanjak 0,47 persen ke level 9.075 pada Kamis (15/1) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp28,25 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,63 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat tiga kali, sementara satu hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menguat 1,68 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 12 sampai dengan 15 Januari 2026 kemarin, perdagangan saham ditutup positif.

IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 1,29 persen dari Rp16.301 triliun menjadi Rp16.512 triliun pada pekan lalu. Namun, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan yakni sebesar 2,68 persen dari 61,79 miliar menjadi 60,13 miliar lembar saham.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 3,87 persen dari Rp31,46 triliun menjadi Rp32,68 triliun. Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan yakni sebesar 3,24 persen dari 3,99 juta kali transaksi menjadi 3,86 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp947,45 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp7,30 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (15/1).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai penguatan IHSG dalam sepekan terakhir dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari sektor perbankan, industri tekstil, hingga komoditas. IHSG tercatat menguat 1,68 persen ke level 9.075, setelah sempat menyentuh 9.100 pada Kamis (15/1), dengan net inflow Rp4 triliun di seluruh perdagangan.

Menurut Oktavianus, sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks. Pada sesi pertama perdagangan 15 Januari, sektor keuangan menguat 1 persen, seiring dengan valuasi saham bank-bank besar yang dinilai masih atraktif serta prospek pembagian dividen ke depan.

"Penguatan big bank terjadi seiring dengan valuasi yang menarik dan potensi dividend," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/1).

Ia juga mencermati penguatan pada sektor tekstil, yang didorong oleh adanya suntikan pendanaan sebesar US$6 miliar. Pendanaan tersebut difokuskan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, serta peningkatan kapasitas ekspor tekstil.

Selain itu, Oktavianus menilai kenaikan harga energi dan mineral turut memberikan sentimen positif bagi pasar, terutama bagi emiten-emiten terkait. Harga minyak mentah tercatat menguat ke US$62 per barel, batubara ke US$110 per ton, sementara emas mencetak level tertinggi sepanjang masa di US$4.630 per troy ounce.

Meski demikian, Oktavianus mengingatkan pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran lanjutan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah mendekati Rp16.870, kondisi yang dinilainya mencerminkan potensi instabilitas ekonomi domestik.

Untuk perdagangan hari ini, Senin (19/1), Oktavianus memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada rentang support 9.000 dan resistance 9.125.

Ia menilai pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh berlanjutnya pelemahan Rupiah yang telah mendekati Rp16.882 per dolar AS, serta penantian keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan tetap berada di level 4,75 persen, sehingga memberikan sentimen moderat bagi pasar.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI yang ditutup menguat 2,69 persen ke posisi 3.820 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BBRI dapat menyentuh level 4.040 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Ciputra Development Tbk atau CTRA yang ditutup menguat 3,87 persen ke posisi 940 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi CTRA dapat menyentuh level 1.000 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG pada sepekan ke depan masih berpotensi mengalami koreksi terbatas. IHSG diproyeksikan bergerak pada area support 8.908 dan resistance 9.150.

Menurut Herditya, terdapat sejumlah sentimen global dan domestik yang akan memengaruhi arah pergerakan pasar. Faktor pertama berasal dari rilis data makroekonomi China, yang berpotensi memengaruhi sentimen kawasan.

Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga. Pergerakan nilai tukar rupiah serta harga komoditas global, hingga rilis data makroekonomi Amerika Serikat (AS), turut menjadi faktor penentu volatilitas IHSG.

"Untuk sepekan ke depan, IHSG rawan terkoreksi terbatas," ujar Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG yang ditutup menguat 0,56 persen level 22.275 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ITMG dapat menyentuh level 22.675 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Rukun Raharja Tbk atau RAJA yang ditutup di level 6.700 pada pekan lalu. Ia memproyeksi RAJA dapat menyentuh level 7.500 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Read Entire Article
| | | |