DKI Waspadai Peredaran QR Code Judi Online di Ruang Publik Jakarta

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengambil langkah tegas menanggapi maraknya penempelan stiker kode matriks (Quick Response Code/QR Code) di ruang publik yang diduga terindikasi terhubung ke situs judi daring atau judi online (judol).

Pramono pun menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar segera melakukan penyisiran stiker QR Code yang ditempel di ruang publik Jakarta. Stiker QR tersebut diduga terhubung dengan judi online dan penipuan data pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan minta untuk kepada OPD terkait, Satpol PP untuk men-screening itu," ujar Pramono di Dodol Nyak Mai, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

"Kalau memang betul, tentunya segera diambil tindakan," sambungnya.

Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk modus baru perjudian yang mengecoh dan meresahkan masyarakat.

"Karena nggak mungkin, Jakarta termasuk yang mendukung pemerintah pusat untuk melakukan perlawanan terhadap judol," tegas Pramono.

Pramono menyoroti dampak destruktif dari paparan judi online yang secara nyata telah merusak tatanan ekonomi dan kehidupan sosial warga secara luas.

"Karena judol inilah yang kemudian membuat banyak warga di mana saja, termasuk di Jakarta ini, yang kemudian begitu terjerat hidupnya pasti menjadi tidak baik. Dan itu sudah di mana-mana," kata Pramono.

Oleh karena itu, ia menyatakan komitmen mutlak dari Pemprov DKI Jakarta untuk bersinergi memutus mata rantai peredaran judi online di wilayahnya.

"Sehingga dengan demikian kalau ada program-program dari pemerintah meng-cut off judol ini, pemerintah Jakarta mendukung seribu persen," ujar Pramono.

Sebelumnya, polisi menangkap SP alias P yang diduga sebagai pelaku penempelan stiker QR Code di parkiran motor hingga warkop di area Jakarta Selatan.

Polisi menyebut aksi pelaku tersebut merupakan modus penipuan baru.

"Barcode yang setelah di-scan itu ternyata adalah langsung masuk ke salah satu situs judi online yang diduga itu scam," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam dalam jumpa pers di Mapolsek Pesanggrahan, Kamis (5/3) dikutip dari detik.com.

Dalam pengembangan kasus ini ditemukan server situsnya dari luar negeri. Untuk itu, pihaknya kini terus mengembangkan kasus tersebut.

"Nah, setelah kami dalami lebih dalam, ternyata situs tersebut itu terhubung VPN-nya bukan berada di Indonesia, melainkan luar di Indonesia," ujarnya.

Seala mengatakan jika dipindai, QR code itu berpotensi mencuri data pemilik ponsel hingga mendeposit uang ke situs judi online.

ia mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan melakukan scan barcode.

"Betul, karena ini scam, jadi data-data privasi atau pribadi itu langsung berpindah. Karena ini sifatnya scam, scam yang mungkin masuk ke situs judi online tersebut, dimasukkan otomatis deposit," ujarnya.

"Deposit dari data pribadi rekan-rekan. Jadi kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan scan barcode karena ini salah satu modus baru yang dilakukan oleh pelaku-pelaku tindak kriminal," imbuhnya.

(kna/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |