Doni Tata: Mental Jadi Kekuatan Veda Ega Melesat di Moto3

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan pembalap Indonesia Doni Tata Pradita menilai kekuatan mental menjadi kelebihan utama Veda Ega Pratama dalam bersaing di ajang Moto3 2026.

Menurut Doni, kemampuan Veda Ega menjaga kepercayaan diri dan berani bertarung dengan pembalap lain jadi faktor penting meraih podium pada Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, akhir pekan lalu.

"Kalau saya lihat dari mentalnya, dia sangat percaya diri. Saat balapan berani fight dan punya fighting spirit yang bagus," kata Doni seperti dikutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doni yang pernah mengaspal di Moto2 itu, menilai keberanian Veda menyerang pada lap-lap akhir juga menunjukkan kematangan mental pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut, meski usianya masih sangat muda.

Doni mencontohkan cara rider 17 tahun itu mampu memperbaiki performanya setelah sebelumnya finis kelima pada seri pembuka di Buriram, Thailand, sebelum akhirnya naik podium pada seri berikutnya di Brasil.

"Di Brasil dia terlihat lebih percaya diri dan sudah memahami peta kekuatan lawan. Di lap terakhir dia berani menyerang dan akhirnya bisa masuk tiga besar," ujarnya.

Selain mental bertanding, Doni juga mengungkapkan agresivitas serta kemampuan adaptasi Veda terhadap karakter sirkuit internasional menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pembalap seusianya.

Lebih lanjut Doni mengatakan pengalaman Veda dari berbagai ajang balap junior internasional menjadi bekal penting dalam membentuk karakter balapnya saat ini.

"Dia cepat adaptasi dengan sirkuit internasional karena prosesnya sudah benar. Dari Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup sampai Moto3, jadi memang sudah terlatih," ujar Doni.

Di satu sisi, Doni berharap sistem pembinaan yang lebih terstruktur saat ini turut membantu perkembangan pembalap Indonesia dibandingkan dengan era ketika dirinya masih aktif balapan di kejuaraan dunia.

Menurutnya, jenjang pembinaan yang jelas membuat pembalap memiliki waktu lebih panjang untuk beradaptasi sebelum naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

"Sekarang penjenjangannya sudah bagus. Pembalap ditempa dulu di Asia lalu ke Eropa sebelum ke kejuaraan dunia. Jadi lebih siap," ucapnya.

Doni berharap Veda dapat terus menjaga konsistensi performanya sepanjang musim Moto3 agar peluang untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi tetap terbuka.

"Mudah-mudahan dia bisa terus berkembang di setiap seri dan membawa nama Indonesia lebih baik lagi di level dunia," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |