CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 19:00 WIB
Ilustrasi. Proporsi penduduk lansia kini tercatat berada di atas 10 persen, melebihi ambang aging population. (Detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia resmi memasuki fase aging population atau populasi menua. Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) kini tercatat berada di atas 10 persen, melebihi ambang aging population.
"[Populasi lansia] kita [Indonesia] sudah di atas 11 persen sehingga kita sudah masuk aging population dan diperkirakan nanti sampai 2045 persentasenya bisa mencapai 30 persen," ujar Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Profesor Budi Setiyono dalam media briefing di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen. Artinya, sekitar 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia kini merupakan individu yang berusia 60 tahun ke atas.
Budi menjelaskan, aging population bukan hanya berkaitan dengan menurunnya produktivitas kelompok usia lanjut, tetapi juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Menurutnya, fenomena tersebut mulai terlihat di sejumlah negara maju seperti Jepang yang kini menghadapi krisis tenaga kerja akibat tingginya jumlah penduduk lansia.
"Kita melihat di video-video, kan, di Jepang itu pabrik-pabrik menjadi tidak beroperasi, desa-desa menjadi sepi dan harus mengimpor pekerja dari negara lain," ujarnya.
Budi mengatakan bahwa masalah aging population harus segera dipersiapkan untuk masa mendatang.
Saat ini, Kemendukbangga/BKKBN mulai menjalankan sejumlah program untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan tidak kesepian.
"Sekarang ini karena kami belum memiliki anggaran yang mencukupi. Kami masih pada sebatas mempertahankan agar lansia itu aktif, memiliki konektivitas dengan peer mereka agar mereka tidak kesepian," kata Budi.
Program tersebut, lanjut Budi, juga menjadi upaya untuk mencegah fenomena lansia hidup sendiri tanpa pendamping seperti yang mulai banyak terjadi di Jepang.
Menurut Budi, Indonesia masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum proporsi penduduk lansia meningkat lebih besar dalam dua dekade mendatang.
(anm/asr)
Add
as a preferred source on Google


















































