DPR Filipina Setuju Makzulkan, Bagaimana Nasib Wapres Sara Duterte?

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Parlemen Filipina memberikan suara dengan selisih besar untuk memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte untuk kedua kalinya pada Senin (11/5).

Langkah parlemen ini membuka jalan bagi Senat melanjutkan tahap persidangan proses pemakzulan Sara yang dapat mengakhiri ambisinya maju dalam pemilihan presiden 2028.

Para anggota parlemen memberikan suara 257 mendukung pemakzulan, sementara 25 menolak,dan sembilan lainnya abstain.Sebelumnya, DPR mengumumkan hasil sementara 255 suara mendukung dan 26 menolak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan konstitusi Filipina, sidang di Senat menyatakan Sara bersalah, ini akan membuatnya otomatis dicopot dari jabatannya sebagai wakil presiden dan dilarang memegang jabatan publik seumur hidup.

"Ini bukan lagi sekadar soal politik. Ini soal hati nurani, tugas, dan masa depan bangsa kita," kata anggota parlemen Bienvenido Abante sesaat setelah pemungutan suara seperti dikutip AFP.

"Ini bukan soal 2028, bukan soal aliansi politik, melainkan apakah kita masih percaya bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum," paparnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Pasal-pasal pemakzulan menuduh putri mantan presiden Rodrigo Duterte itu melakukan gratifikasi, korupsi, penyuapan, serta dugaan rencana pembunuhan terhadap mantan sekutunya, Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Pasal-pasal pemakzulan berfokus pada dugaan penyalahgunaan dana publik, aset yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya, penyuapan pejabat publik, serta ancaman pembunuhan terhadap Marcos dan anggota keluarganya.

Ancaman terhadap Marcos bermula dari konferensi pers larut malam ketika Duterte mengklaim telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh presiden jika dirinya terlebih dahulu dibunuh.

Ia kemudian mengatakan komentarnya telah disalahartikan.

Tim kuasa hukum Sara dalam pernyataannya setelah pemungutan suara Senin mengatakan beban pembuktian berada di pihak para penuduhnya.

"Kami sepenuhnya siap membela Wakil Presiden di hadapan Senat yang bersidang sebagai Pengadilan Pemakzulan," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip AFP.

Bagaimana peluang sidang Senat?

Di tengah huru-hara upaya pemakzulan Sara di parlemen, sekutu lamanya, Senator Alan Peter Cayetano, terpilih sebagai presiden baru Senat. Keterpilihan Cayetano ini berlangsung hanya beberapa menit sebelum pemungutan suara pemakzulan di DPR dimulai pada Senin.

Hasil pemilihan pimpinan Senat yang tak terduga itu tampaknya membuat majelis tinggi semakin berada di bawah pengaruh kubu wakil presiden.

Kini, komposisi Senat semakin menguntungkan Sara setelah kandidat-kandidat loyal kepadanya tampil di luar ekspektasi dalam pemilu sela Mei 2025 dengan memenangkan lima dari 12 kursi yang diperebutkan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |