Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak perlu difasilitasi motor listrik oleh negara. Gaji mereka saat ini dianggap mampu mencicil motor sendiri.
Hal itu ia sampaikan dalam konteks menentukan nasib puluhan ribu motor listrik pengadaan hasil korupsi Badan Gizi Nasional (BGN). Motor listrik itu awalnya diperuntukkan operasional SPPG sebagai penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Namun ada kemungkinan tak disalurkan lantaran proyek ini terindikasi korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Toh gajinya SPPG itu kan lumayan tuh Rp6 jutaan, kalau menyicil satu motor kan cukup, enggak perlu-perlu amat lah kalau menurut saya," kata Dudung, Rabu (10/6) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dudung pihaknya akan membahas nasib motor listrik ini kepada kepala BGN yang baru maupun arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ya nanti keputusan terserah Kepala BGN kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat," ungkapnya.
Motor listrik yang dipesan dari China ini sebagian sudah dikirim ke Indonesia. Sejumlah unit terlihat mangkrak di salah satu area di Sentu, Bogor, Jawa Barat.
Dudung menjelaskan motor listrik yang sudah dipesan BGN masih dalam proses perakitan. Menurut dia pengadaan ini tetap dilanjutkan sebab sudah dibayar.
"April masih dalam perakitan. Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama," kata Dudung.
BGN sebelumnya melakukan pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit. Dikutip dari laman resmi Kejaksaan Agung, nilai total pengadaan puluhan ribu motor listrik itu mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Uang tersebut kemudian dibayarkan ke PT YAT (Yasa Artha Trimanunggal) selaku vendor.
Pada laman katalog Inaproc, PT YAT itu menyediakan dua jenis motor listrik merek Emmo untuk pesanan BGN.
Pertama Emmo JVX GT yang dibanderol Rp 49,95 juta dengan status pre-order selama 75 hari. Motor kedua berupa Emmo JVH Max dengan harga Rp 48,84 juta. Pemesanan motor juga tertulis 75 hari.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google

















































