CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Waspada, olahraga berlebihan bisa memicu kerusakan ginjal. (AFP/PAL PILLAI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Olahraga berlebihan picu gagal ginjal bukan sekadar mitos. Dalam beberapa kasus, aktivitas fisik yang terlalu berat justru dapat menyebabkan kerusakan otot serius hingga berujung pada gagal ginjal akut yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus terbaru terjadi pada seorang pemuda berusia 23 tahun di China yang harus menjalani perawatan medis setelah mengalami gagal ginjal akut akibat olahraga ekstrem. Kondisi tersebut dikaitkan dengan rabdomiolisis akibat olahraga atau exertional rhabdomyolysis, yakni kerusakan jaringan otot yang terjadi setelah aktivitas fisik berlebihan.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Berbagai penelitian dan jurnal medis internasional mencatat peningkatan diagnosis rabdomiolisis dalam beberapa tahun terakhir, seiring makin populernya tren olahraga ekstrem dan tantangan kebugaran yang banyak beredar di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa olahraga berlebihan bisa berbahaya?
Menurut Dr. Mark Tarnopolsky, Kepala Divisi Gangguan Neuromuskular dan Neurometabolik di McMaster University, Kanada, kondisi ini umumnya dipicu oleh unaccustomed exercise atau olahraga yang belum terbiasa dilakukan tubuh.
Seseorang yang tiba-tiba melakukan latihan dengan intensitas sangat tinggi, tanpa adaptasi bertahap, berisiko mengalami kerusakan otot yang signifikan. Risiko serupa juga dapat terjadi pada mereka yang lama tidak berolahraga lalu langsung kembali menjalani latihan berat.
"Ini biasanya terjadi jika melakukan sesuatu yang belum biasa dilakukan dan benar-benar memaksanya terlalu keras. Hal ini juga rentan terjadi ketika seseorang kembali berolahraga berat setelah mengambil waktu istirahat yang lama," ujar Tarnopolsky, dikutip dari Detik.
Pada kondisi normal, nyeri dan pegal setelah olahraga dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Namun, ada batas yang perlu diwaspadai ketika kerusakan otot berubah menjadi kondisi medis yang berbahaya.
Tanda-tandanya antara lain otot yang sangat kaku, anggota tubuh sulit digerakkan, pembengkakan ekstrem, hingga urine berwarna gelap seperti teh atau cola. Gejala tersebut menunjukkan adanya kerusakan otot berat yang menyebabkan protein dari sel otot masuk ke aliran darah dan urine.
Bagaimana kerusakan otot bisa memicu gagal ginjal?
Olahraga berlebihan picu gagal ginjal melalui mekanisme yang melibatkan penghancuran sel-sel otot secara masif. Saat otot rusak, tubuh melepaskan berbagai zat ke dalam aliran darah, termasuk protein mioglobin dan enzim creatine kinase (CK).
Dalam jumlah besar, mioglobin dapat menyumbat dan merusak ginjal yang bertugas menyaring limbah dari darah. Akibatnya, fungsi ginjal menurun secara drastis dan memicu gagal ginjal akut.
Kondisi ini tergolong darurat medis karena dapat berkembang dengan cepat. Penanganan umumnya dilakukan melalui pemberian cairan infus dalam jumlah besar untuk membantu ginjal membuang zat-zat berbahaya tersebut.
Komplikasi yang dapat terjadi
Jika tidak segera ditangani, rabdomiolisis akibat olahraga dapat memicu berbagai komplikasi serius, antara lain:
1. Gagal ginjal akut
Penumpukan mioglobin dalam ginjal dapat menyebabkan kerusakan organ penyaring darah tersebut. Pada kasus yang berat, pasien mungkin memerlukan dialisis atau cuci darah sementara.
2. Sindrom kompartemen
Kerusakan otot dapat menyebabkan pembengkakan hebat yang meningkatkan tekanan di dalam jaringan tubuh. Tekanan ini dapat menghambat aliran darah dan merusak saraf sehingga membutuhkan tindakan operasi darurat.
3. Gangguan irama jantung
Hancurnya sel otot menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, termasuk peningkatan kadar kalium dalam darah. Kondisi ini dapat memicu gangguan irama jantung, kejang, bahkan henti jantung mendadak.
Cara mencegah rabdomiolisis saat berolahraga
Agar olahraga tetap memberikan manfaat bagi kesehatan, penting untuk meningkatkan intensitas latihan secara bertahap. Hindari memaksakan diri mengikuti program latihan yang jauh melampaui kemampuan tubuh saat ini.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Berikan waktu istirahat yang cukup agar otot dapat beradaptasi dan pulih dengan baik.
Jika setelah berolahraga muncul nyeri otot yang sangat berat, pembengkakan ekstrem, kelemahan otot, atau urine berwarna gelap, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Olahraga berlebihan picu gagal ginjal bukanlah ancaman yang boleh dianggap sepele. Berolahraga secara terukur, bertahap, dan sesuai kemampuan tubuh merupakan kunci untuk memperoleh manfaat kebugaran tanpa harus menghadapi risiko komplikasi yang membahayakan kesehatan.
Baca selengkapnya di sini.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

















































