Gejala Super Flu yang Dialami Pasien di Indonesia, Mayoritas Demam

23 hours ago 5

CNN Indonesia

Kamis, 08 Jan 2026 14:45 WIB

Kemenkes mengungkapkan gejala super flu yang dialami pasien di Indonesia. Mayoritas pasien disebutkan mengalami demam. Ilustrasi. Kemenkes ungkap gejala super flu yang dialami pasien di Indonesia. (iStockphoto/Suzi Media Production)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 62 orang di Indonesia terpapar virus Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu. Apa saja gejala yang dialami 62 pasien tersebut?

Kasus super flu di Indonesia tersebut ditemukan melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Sebagian besar pasien dilaporkan mengalami demam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demam, batuk pilek, ada nyeri tenggorokan, ada beberapa sesak napas. Jadi seperti flu biasa, tapi memang mayoritas demam," ujar Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman, Rabu (7/1), melansir detikhealth.

Sejauh ini, kondisi super flu di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan gejala yang parah dibandingkan subclade lainnya.

Hingga saat ini juga belum ditemukan penambahan kasus dari laporan 62 pasien terakhir pada akhir Desember lalu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan, 62 pasien super flu kini dalam keadaan sehat.

"[Pasien dalam keadaan] sehat," ujar Budi di Jakarta Timur, Rabu (7/1).

Budi menegaskan bahwa super flu tak seperti Covid-19 dengan fatalitas tinggi. Tingkat kematian dari infeksi subclade K juga disebutnya sangat rendah.

"Dia [super flu] penularannya cepat, tapi [risiko] kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin," ujar Budi.

Senada dengan Aji, Budi juga mengatakan tidak ada gejala parah yang timbul akibat super flu.

"[Super flu] bisa dengan pengobatan biasa," tambah dia.

Kendati demikian, Budi berpesan agar masyarakat waspada dan menjaga kesehatan tubuh tetap prima di tengah ditemukannya puluhan kasus super flu di Indonesia.

"Tapi enggak usah panik, karena [super flu] sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 yang dulu-dulu," kata dia.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |