Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan cenderung bergerak di zona hijau ke level 8.122 pada perdagangan Selasa (3/2) sore. Padahal indeks sempat di buka merah dan merosot nyaris 3 persen pada seri perdagangan pertama.
Melansir RTI Infokom, indeks saham ditutup naik 2,52 persen ke level 8.122 sekaligus level tertinggi pada perdagangan hari ini. Adapun level terendah yang sempat disentuh pada perdagangan Selasa (3/2) yakni 7.712.
Aktivitas transaksi terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai 60,5 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp28,73 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat 3,26 juta kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 654 saham bergerak naik, sementara 108 saham cenderung turun dan 56 stagnan.
Senada dengan tren bursa Indonesia, perdagangan bursa global cenderung bergerak hijau hari ini (3/2).
Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 3,92 persen, Shanghai Composite (SSE) di China naik 1,29 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,22 persen, dan indeks Straits Times di Singapura naik 1,07 persen.
Di Eropa, bursa saham Eropa terpantau kompak hijau. Tercatat indeks DAX di Jerman naik 1,15 persen sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris naik 0,18 persen.
Di sisi lain, bursa Amerika mayoritas hijau. Indeks S&P 500 naik 0,54 persen dan indeks Dow Jones naik 1,05 persen. Adapun, indeks NASDAQ Composite naik 0,56 persen.
Pagi ini, IHSG turun hingga 0,47 persen ke level 7.888. Pada awal sesi, indeks saham menyentuh level tertinggi di 7.919 sementara level terendah di 7.872 Sebanyak 309 saham menguat, 216 melemah, dan 147 stagnan.
Kondisi tersebut tak berlangsung lama, pada penutupan perdagangan sesi I pada Selasa (3/2) indeks berhasil menembus level 8.047 atau naik 1,57 persen.
Adapun transaksi saham mencapai Rp17,66 triliun dengan volume perdagangan tembus 38 miliar lembar saham. Sementara frekuensi transaksi sebanyak 1,98 juta kali.
Sepanjang sesi pertama perdagangan, sebanyak 592 saham naik, 158 melemah, sedangkan 67 lainnya stagnan.
Pekan lalu, pasar modal RI tengah dihantam badai setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Efeknya, IHSG anjlok 8 persen pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1), sehingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt). Ambrolnya IHSG pekan lalu sampai membuat Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri.
Pengunduran Iman disusul mundur massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
(ins/sfr)

















































